TARAKAN, Headlinews.id – Mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat selama musim libur sekolah, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tarakan melakukan pemeriksaan kelaiklautan kapal penumpang untuk memastikan standar keselamatan pelayaran tetap terpenuhi.
Pemeriksaan uji petik tersebut dilaksanakan di Pelabuhan Penyeberangan Juwata, Selasa (26/5/2026), terhadap dua kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), yakni KM Manta dan KM Julung Julung.
Kepala Kantor KSOP Kelas II Tarakan, Stanislaus W. Wetik mengatakan pemeriksaan dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi peningkatan arus penumpang pada masa libur sekolah 2026.
“Setiap momentum libur panjang biasanya terjadi peningkatan aktivitas penumpang. Karena itu seluruh kapal penumpang harus dipastikan memenuhi standar keselamatan sebelum beroperasi,” ujar Stanislaus, Jumat (29/5/2026).
Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh oleh tim marine inspector terhadap berbagai komponen penting kapal.
Pemeriksaan mencakup dokumen dan sertifikasi kapal, konstruksi kapal, sistem manajemen keselamatan, perlengkapan navigasi, radio komunikasi, alat pemadam kebakaran, alat keselamatan penumpang hingga sistem permesinan dan kelistrikan kapal.
“Pengecekan dilakukan dari sisi administrasi sampai kesiapan teknis kapal. Alat keselamatan, alat navigasi, radio komunikasi dan kesiapan kru semuanya diperiksa,” katanya.
Dalam pemeriksaan tersebut, KM Manta yang melayani rute Tarakan–Sebawang tercatat memiliki kapasitas 202 penumpang, 18 kru dan 18 kendaraan. Kapal jenis Ro-Ro dengan GT 627 itu terakhir menjalani docking di Balikpapan pada 18 Februari 2026.
Sementara KM Julung Julung melayani rute Tarakan–Toli Toli dengan kapasitas 129 penumpang, 18 kru dan 12 kendaraan. Kapal dengan GT 601 tersebut terakhir docking di Balikpapan pada 16 Agustus 2025.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kedua kapal dinyatakan laik laut dengan sejumlah rekomendasi yang wajib ditindaklanjuti operator kapal sebelum 22 Juni 2026.
Pada KM Manta, tim pemeriksa menemukan jurnal deck, jurnal mesin, radio record book, oil record book, garbage record book dan drill record book belum dilakukan exhibitum secara berkala, dengan pencatatan terakhir pada Februari 2026.
Temuan serupa juga ditemukan pada KM Julung Julung. Dalam laporan pemeriksaan disebutkan sejumlah log book kapal belum dilakukan exhibitum sejak Februari 2026.
“Secara umum kondisi kapal laik laut, namun ada beberapa catatan administrasi yang harus segera dipenuhi operator kapal sesuai rekomendasi hasil pemeriksaan,” jelas Stanislaus.
Ia menegaskan, seluruh rekomendasi yang diberikan wajib segera ditindaklanjuti demi menjaga standar keselamatan pelayaran di wilayah perairan Kalimantan Utara.
“Walaupun sifatnya administratif, temuan tersebut tetap menjadi perhatian karena berkaitan dengan pengawasan dan dokumentasi operasional kapal,” tegasnya.
Meski terdapat sejumlah catatan administrasi, seluruh perangkat utama keselamatan dan navigasi kapal dipastikan dalam kondisi baik dan berfungsi normal.
Peralatan seperti AIS, GPS, radar, alarm system, radio komunikasi, life jacket, life raft, sekoci penyelamat hingga emergency generator dinyatakan siap digunakan.
KSOP Tarakan memastikan pengawasan terhadap kapal penumpang akan terus dilakukan secara berkala, khususnya menjelang momentum meningkatnya aktivitas penyeberangan masyarakat selama musim libur sekolah.
“Dari hasil pemeriksaan, perlengkapan keselamatan dan peralatan navigasi kapal dalam kondisi baik serta dapat digunakan untuk mendukung keselamatan pelayaran,” pungkasnya. (saf)







