TARAKAN, Headlinews.id – Kebutuhan layanan penitipan anak atau daycare di Kota Tarakan terus meningkat seiring bertambahnya aktivitas masyarakat, khususnya orang tua yang bekerja.
Kehadiran layanan pengasuhan anak menjadi salah satu alternatif bagi keluarga untuk memastikan anak tetap mendapatkan pendampingan selama orang tua menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (PAUD dan PNF) Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Abdul Razaq mengatakan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan penitipan anak tidak terlepas dari perubahan pola kehidupan masyarakat.
Menurutnya, banyak keluarga yang membutuhkan tempat pengasuhan anak ketika kedua orang tua harus bekerja di luar rumah.
“Sekarang banyak orang tua yang bekerja, sehingga membutuhkan tempat yang dapat membantu mengasuh anak selama mereka beraktivitas. Kondisi seperti ini membuat kebutuhan terhadap layanan penitipan anak semakin meningkat,” ujarnya.
Menurut Abdul Razaq, masyarakat masih kerap menyamakan seluruh layanan penitipan anak dengan lembaga pendidikan anak usia dini. Padahal, terdapat perbedaan antara daycare dan Taman Penitipan Anak (TPA) yang selama ini menjadi salah satu bentuk layanan PAUD.
Ia menjelaskan, daycare pada dasarnya lebih berorientasi pada pengasuhan anak, sedangkan TPA menggabungkan unsur pengasuhan dan pendidikan dalam kegiatan sehari-hari.
Anak-anak yang berada di TPA tidak hanya mendapatkan pendampingan, tetapi juga mengikuti aktivitas yang mendukung perkembangan sesuai usianya.
“Kalau TPA itu selain pengasuhan juga ada unsur pendidikannya. Jadi anak-anak mengikuti kegiatan yang dirancang untuk mendukung tumbuh kembang mereka,” jelasnya.
Menurutnya, layanan penitipan anak umumnya dimanfaatkan oleh keluarga yang membutuhkan pendampingan bagi anak selama jam kerja.
Sementara usia anak yang dititipkan juga bervariasi, mulai dari balita hingga anak yang sudah mendekati usia masuk taman kanak-kanak.
“Karena kebutuhan setiap keluarga berbeda-beda, layanan yang diberikan juga menyesuaikan. Ada yang lebih fokus pada pengasuhan, ada pula yang sudah menggabungkannya dengan kegiatan pembelajaran,” katanya.
Di Tarakan, keberadaan layanan penitipan anak dinilai cukup membantu masyarakat yang memiliki aktivitas kerja padat.
Seiring berkembangnya kebutuhan tersebut, layanan pengasuhan anak menjadi bagian yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat perkotaan.
Abdul Razaq menilai perhatian terhadap anak usia dini tidak hanya berkaitan dengan pendidikan, tetapi juga pengasuhan yang diberikan setiap hari.
Pada masa tersebut, anak membutuhkan lingkungan yang mampu mendukung proses tumbuh kembangnya secara optimal.
“Yang terpenting bagaimana anak tetap mendapatkan pendampingan dan perhatian yang baik selama orang tuanya bekerja. Karena pada usia dini, anak membutuhkan lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, peran keluarga tetap menjadi faktor utama dalam perkembangan anak. Sementara layanan penitipan anak hadir sebagai pendukung yang membantu keluarga memenuhi kebutuhan pengasuhan ketika orang tua memiliki keterbatasan waktu karena pekerjaan.
“Anak usia dini berada pada masa perkembangan yang sangat penting. baik keluarga maupun lembaga yang mendampingi anak perlu memberikan perhatian yang maksimal agar proses tumbuh kembang mereka dapat berlangsung dengan baik,” tutup Abdul Razaq. (*/saf)










