Jumat, Oktober 2, 2026
Headlinews.id
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
HealthNews
No Result
View All Result
Home Tarakan

Dana Transfer Dipangkas, DPR RI Ingatkan Ancaman Layanan Dasar di Kaltara

by Redaksi 2
4 Oktober 2025
in Tarakan
A A
Dana Transfer Dipangkas, DPR RI Ingatkan Ancaman Layanan Dasar di Kaltara

Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus menyampaikan pandangan terkait pemangkasan dana transfer ke daerah dalam rapat koordinasi di Tarakan.

TARAKAN, Headlinews.id – Kebijakan pemerintah pusat memangkas dana Transfer ke Daerah (TKD) dinilai bisa menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan layanan dasar masyarakat di Kalimantan Utara (Kaltara). Sebab, lebih dari 80 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi ke-34 di Indonesia ini masih bergantung pada alokasi dari pusat.

Isu tersebut mencuat dalam rapat koordinasi Komisi II DPR RI dengan Pemerintah Provinsi Kaltara yang dipimpin Wakil Menteri Dalam Negeri, Dr. H. Bima Arya Sugiarto, di Ballroom Swiss-Belhotel Tarakan, Jumat (3/10/2025).

Hadir dalam kegiatan itu Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang, jajaran Forkopimda, kepala daerah kabupaten/kota, serta anggota DPR RI dari berbagai fraksi, diantaranya Deddy Yevri Hanteru Sitorus yang merupakan perwakilan dari Kalimantan Utara di Senayan.

BACA JUGA
  • Cakupan Pembiayaan Berubah, 9.389 Peserta BPJS Diverifikasi
  • Bandara Juwata Antisipasi Gangguan, Fasilitas Penerbangan Terus Dievaluasi
  • Misi Dagang Jatim-Kaltara Dukung Pengendalian Inflasi Pangan

Anggota Komisi II DPR RI, Deddy Yevri Hanteru Sitorus, menegaskan pemotongan TKD berpotensi mengganggu jalannya pembangunan dan pelayanan publik, khususnya di daerah-daerah yang tingkat ketergantungan fiskalnya sangat tinggi seperti Kaltara.

“Tahun 2025, transfer pusat ke daerah dipotong sekitar Rp50 triliun, dan tahun 2026 bisa mencapai Rp170 hingga Rp200 triliun. Padahal, lebih dari 80 persen APBD Kaltara bergantung pada transfer pusat. Kalau pemotongan sebesar ini diterapkan, bagaimana daerah bisa memastikan layanan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur berjalan optimal?” ujarnya.

Menurut Deddy, pemerintah daerah perlu segera mencari sumber pendapatan alternatif untuk menutup kekurangan fiskal, misalnya dengan mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun badan layanan daerah. Ia menilai upaya itu penting untuk mengurangi ketergantungan pada pusat, sekaligus memperkuat kemandirian fiskal daerah.

Baca Juga  Kasus HIV/AIDS Menyasar Pelajar, DPRD Kaltara Minta Langkah Cepat

Selain soal TKD, Deddy juga menyoroti kondisi infrastruktur menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang dinilainya masih jauh dari ideal.

“PLBN seharusnya tidak hanya berfungsi administratif, tetapi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Namun kalau akses jalannya saja masih berupa tanah, bagaimana roda ekonomi bisa bergerak? Pusat harus hadir lebih serius di perbatasan,” tegas legislator dari dapil Kaltara itu.

Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, menyambut baik perhatian Komisi II DPR RI. Ia menyebut kunjungan kerja kali ini memberi angin segar bagi daerah yang memiliki posisi strategis sekaligus tantangan besar sebagai wilayah terdepan NKRI.

“Kunjungan ini bukan sekadar agenda kerja DPR RI, tetapi bentuk perhatian dan komitmen mengawal pembangunan di Kalimantan Utara. Daerah ini adalah garda terdepan NKRI yang berbatasan langsung dengan Malaysia, dan memerlukan dukungan kebijakan pusat yang berkelanjutan,” kata Zainal.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur perbatasan, khususnya PLBN di sejumlah titik seperti Krayan dan Sebatik, masih belum tuntas.

“Masih ada PLBN yang belum terbangun hingga hari ini, padahal keberadaannya sangat penting untuk penguatan kedaulatan sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat perbatasan,” jelasnya.

Rapat koordinasi juga menyoroti pentingnya percepatan pembangunan wilayah perbatasan sebagai implementasi Rencana Induk Pengelolaan Batas Negara dan Kawasan Perbatasan (RIPBN-KP) 2025–2029.

Selain infrastruktur, isu pertahanan dan keamanan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perekonomian lokal, serta perlindungan lingkungan menjadi bagian dari agenda prioritas yang diusulkan ke pemerintah pusat.

Provinsi Kalimantan Utara sendiri kini berusia 13 tahun, dengan luas wilayah 75.468 kilometer persegi yang terdiri atas empat kabupaten dan satu kota. Dengan jumlah penduduk sekitar 775 ribu jiwa, Gubernur optimistis populasi akan menembus satu juta jiwa pada 2026, seiring pengembangan kawasan industri baru dan pembangunan perbatasan yang terus digencarkan.

Baca Juga  Dugaan Doxing Seret Direktur Perumda Air Minum Tarakan Naik ke Tahap Penyidikan

“Kaltara punya potensi besar di sektor energi, perikanan, dan industri. Jika pembangunan perbatasan didukung penuh oleh pusat, maka dalam beberapa tahun ke depan Kaltara bisa menjadi motor penggerak ekonomi nasional dari wilayah utara Indonesia,” tutur Zainal optimis.

Kunjungan kerja Komisi II DPR RI kali ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis, baik untuk mengawal alokasi fiskal maupun mempercepat pembangunan infrastruktur perbatasan, agar Kalimantan Utara benar-benar berfungsi sebagai serambi depan Indonesia sekaligus benteng kedaulatan NKRI. (rz)

 

Tags: apbd kaltaraBima AryaDeddy Yevri Hanteru SitorusDPR RIGubernur KaltaraKalimantan Utarakedaulatan NKRIKomisi IIPembangunanPerbatasanPLBNTarakanTKDTransfer ke DaerahZainal A Paliwang
Advertisement Banner

Baca Juga

3.521 Peserta Eks-Tanggungan Pemprov Kaltara Punya Tunggakan Rp2,27 Miliar
KALTARA

12.598 Peserta JKN Kaltara Kembali Didaftarkan, BPJS Ingatkan Cek Status

2 Oktober 2026
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Kapolres Tarakan Tekankan Nilai Kebangsaan
Tarakan

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Kapolres Tarakan Tekankan Nilai Kebangsaan

1 Oktober 2026
Tak Ada Perlakuan Khusus, AN Sebut Layanan Warga Binaan Sama Rata
Tarakan

Tak Ada Perlakuan Khusus, AN Sebut Layanan Warga Binaan Sama Rata

1 Oktober 2026
Antrean Pengunjung hingga WBP Rentan, Ini Penjelasan Kalapas Tarakan
Tarakan

Antrean Pengunjung hingga WBP Rentan, Ini Penjelasan Kalapas Tarakan

1 Oktober 2026
Datang Sejak Subuh, Pengunjung Lapas Tarakan Masih Harus Antre Panjang
Tarakan

Datang Sejak Subuh, Pengunjung Lapas Tarakan Masih Harus Antre Panjang

1 Oktober 2026
Dahului Truk, Pengendara Mio Soul Kehilangan Kendali hingga Tewas
Tarakan

Dahului Truk, Pengendara Mio Soul Kehilangan Kendali hingga Tewas

1 Oktober 2026
Next Post
Pusat Sesuaikan Dana Transfer, Pemerintah Daerah Diminta Efisien   

Pusat Sesuaikan Dana Transfer, Pemerintah Daerah Diminta Efisien  

Otorita IKN Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum terhadap Aktivitas Ilegal di Kawasan Nusantara

Otorita IKN Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum terhadap Aktivitas Ilegal di Kawasan Nusantara

Pemprov Kaltara Siap Tempuh Jalur Hukum, Nilai Serangan di Media Sarat Motif Politis   

Pemprov Kaltara Siap Tempuh Jalur Hukum, Nilai Serangan di Media Sarat Motif Politis  

Berita Populer

  • Etomidate Positif, Oknum Kontraktor dan Dua Wanita Jadi Tersangka

    Etomidate Positif, Oknum Kontraktor dan Dua Wanita Jadi Tersangka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jauhi Pelanggaran, Prajurit Kodim Tarakan Dapat Apresiasi Pangdam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Tersangka Kredit Fiktif Bankaltimtara Diserahkan ke Jaksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 49 Pejabat Pemprov Kaltim Berganti Posisi, 14 Jabatan Eselon II Masih Kosong

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rahmawati Buka Peluang Kriya Kaltara Dikenal di Pasar Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Headlinews.id

Kami merupakan portal berita online yang berdiri pada tahun 2024, berkomitmen untuk menghadirkan berita dan informasi terkini yang akurat, kredibel, dan berimbang.

Tentang Kami

  • Kontak
  • Redaksi
  • Tentang kami
  • Pedoman Media Siber

Menu

  • Balikpapan
  • Berau
  • BERITA
  • Bontang
  • Bulungan
  • DPRD bulungan
  • Ekonomi
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • KALTARA
  • KALTIM
  • Kesehatan
  • KRIMINAL
  • Kutai Barat
  • Kutai Kertanegara
  • Malinau
  • NASIONAL
  • Nunukan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemprov Kaltara
  • Pemprov Kaltim
  • Penajam Paser Utara
  • Pendidikan
  • PILKADA
  • POLITIK
  • Samarinda
  • Sosial Budaya
  • Tana Tidung
  • Tarakan
  • TEKNOLOGI

© 2023 PT. Borneo Media Grup.

No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini

© 2023 PT. Borneo Media Grup.