TARAKAN, Headlinews.id – Sejumlah kawasan di Kota Tarakan masuk dalam pemantauan BNNK setelah adanya indikasi aktivitas yang diduga berkaitan dengan peredaran narkotika, berdasarkan laporan masyarakat di beberapa titik permukiman.
Langkah pemantauan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya deteksi dini guna mengidentifikasi pola aktivitas yang berpotensi mengarah pada penyalahgunaan narkotika di lingkungan warga.
Ketua Tim Pemberantasan BNNK Tarakan, Agus Andi Suprayitno mengatakan pendekatan awal yang dilakukan saat ini masih berfokus pada pengumpulan informasi dan pemetaan wilayah.
“Pendekatan yang dilakukan saat ini masih pada tahap pengumpulan data dan pemantauan langsung di lapangan, sehingga gambaran aktivitas bisa terlihat lebih jelas,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Lokasi yang menjadi perhatian meliputi kawasan Pasir Putih, Jalan Bhayangkara di Kelurahan Karang Anyar, Karang Rejo, serta Kampung Empat. Keempat titik tersebut dilaporkan warga memiliki aktivitas yang tidak biasa, terutama pada malam hari.
Menurut Agus, laporan masyarakat menjadi dasar awal untuk menentukan lokasi pemantauan sekaligus membantu mengidentifikasi pola aktivitas yang perlu didalami lebih lanjut.
“Informasi dari masyarakat menjadi acuan awal dalam menentukan titik pemantauan. Dari situ dapat dilihat apakah ada pola aktivitas yang perlu ditindaklanjuti,” jelasnya.
Berdasarkan hasil pemantauan awal, kondisi di lokasi terlihat normal pada siang hari. Namun aktivitas yang dilaporkan warga justru terjadi pada malam hingga dini hari.
“Secara kasat mata pada siang hari tidak terlihat mencurigakan, tetapi aktivitas yang dilaporkan meningkat pada malam hari, terutama setelah tengah malam,” katanya.
Sebagian besar lokasi yang dipantau merupakan kawasan permukiman padat dan rumah kos, dengan akses jalan terbatas yang membuat aktivitas keluar-masuk lebih mudah terpantau oleh warga sekitar.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam melakukan analisis pola pergerakan di lingkungan yang dipantau.
“Karakteristik wilayah seperti akses terbatas dan kepadatan permukiman menjadi bagian dari analisis dalam melihat pola aktivitas di lapangan,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga mengidentifikasi adanya dugaan keterlibatan sejumlah individu yang sebelumnya pernah terlibat dalam kasus narkotika.
“Sejumlah informasi awal terkait individu yang diduga terlibat sudah diperoleh, namun masih dalam proses pendalaman,” ungkapnya.
Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah aktivitas yang terindikasi tersebut merupakan bagian dari jaringan yang lebih luas atau hanya bersifat lokal.
“Untuk skala jaringan masih dalam proses analisis. Seluruh informasi yang masuk akan diverifikasi terlebih dahulu,” katanya.
Langkah pemetaan ini disebut sebagai bagian dari strategi pencegahan agar penanganan yang dilakukan ke depan lebih terarah dan efektif.
“Pendekatan berbasis data menjadi penting agar langkah yang diambil dapat tepat sasaran,” tegasnya.
Dalam upaya tersebut, peran masyarakat dinilai sangat penting sebagai sumber informasi awal dalam mendeteksi potensi peredaran narkotika di lingkungan.
“Masyarakat diharapkan tetap aktif memberikan informasi jika menemukan aktivitas yang mencurigakan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
BNNK juga memastikan setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti dengan menjaga kerahasiaan identitas pelapor.
“Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkotika. Informasi yang disampaikan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur,” tegasnya. (saf)










