TARAKAN, Headlinews.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tarakan memperkuat pengawasan terhadap Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2026 melalui uji petik di sejumlah kecamatan untuk memastikan kesesuaian data pemilih dengan kondisi faktual di lapangan.
Kegiatan pengawasan periode ini dilakukan di Kecamatan Tarakan Timur yang meliputi Kelurahan Kampung Empat, Kampung Enam, dan Pantai Amal, serta Kecamatan Tarakan Utara yang mencakup Juata Laut, Juata Permai, dan Juata Kerikil.
Dalam proses uji petik tersebut, petugas Bawaslu melakukan pengecekan langsung terhadap data pemilih dengan mencocokkan informasi administrasi kependudukan dengan kondisi riil masyarakat di lapangan.
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Kota Tarakan, A. Muh. Saifullah, menyebut pengawasan PDPB dilakukan untuk memastikan data pemilih tetap akurat dan tidak menimbulkan persoalan pada tahapan pemilu berikutnya.
“Pengawasan ini kami lakukan untuk memastikan data pemilih benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Kami ingin memastikan tidak ada data yang tidak memenuhi syarat tetap tercatat, maupun warga yang memenuhi syarat tetapi belum masuk dalam daftar pemilih,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan uji petik, Bawaslu juga menemukan sejumlah potensi ketidaksesuaian data yang akan menjadi bahan tindak lanjut bersama instansi terkait untuk dilakukan perbaikan.
Menurutnya, kualitas data pemilih menjadi faktor penting dalam menjaga hak pilih warga negara serta mencegah potensi masalah pada tahapan pemilu maupun pemilihan kepala daerah.
“Kami tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga mengidentifikasi berbagai persoalan data yang muncul di lapangan. Hal ini penting agar proses pemutakhiran data benar-benar menghasilkan daftar pemilih yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Saifullah menambahkan, keterlibatan seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, sangat dibutuhkan untuk mendukung proses pemutakhiran data pemilih secara berkelanjutan.
Ia menegaskan, data pemilih yang akurat menjadi salah satu fondasi utama dalam mewujudkan pemilu yang demokratis dan berintegritas.
“Data pemilih yang berkualitas adalah dasar dari pemilu yang baik. Karena itu kami berharap semua pihak dapat berperan aktif dalam memastikan proses ini berjalan dengan benar,” pungkasnya. (saf)









