TARAKAN, Headlinews.id – Hanya dalam waktu tiga minggu, akses penghubung warga RT 03 dan RT 11 Kelurahan Juata Kerikil, Kecamatan Tarakan Utara, berubah dari jembatan darurat menjadi jembatan permanen yang memangkas perjalanan hingga 7 kilometer.
Komandan Kodim (Dandim) 0907/Tarakan Letkol Inf Danan Wisnubrata mengatakan, pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari pengerjaan infrastruktur yang dilakukan Kodim di sejumlah wilayah Kota Tarakan.
Jembatan tersebut diresmikan pada Kamis (13/8/2026) secara serentak bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui fasilitas video teleconference.
“Alhamdulillah dengan adanya jembatan ini masyarakat bisa mempersingkat perjalanan sejauh 6 sampai 7 kilometer. Sebelumnya masyarakat harus memutar melalui jalur lain, tetapi sekarang dengan adanya jembatan ini perjalanan menjadi lebih singkat. Ini tentu memudahkan mobilitas warga yang sebelumnya hanya mengandalkan jembatan kayu atau jembatan darurat,” kata Danan.
Sebelum dibangun, akses di lokasi tersebut hanya berupa jembatan kayu atau jembatan darurat yang tidak dapat dilalui kendaraan bermotor. Warga yang hendak melewati jalur tersebut hanya dapat berjalan kaki sehingga harus menggunakan jalur lain apabila membawa kendaraan.
Pembangunan Jembatan Garuda dikerjakan selama sekitar tiga minggu. Kodim 0907/Tarakan menurunkan 15 personel dan pengerjaannya dilakukan bersama masyarakat setempat.
“Pembangunannya sekitar tiga minggu. Kita siapkan 15 personel dari Kodim untuk mengerjakan pembangunan ini, kemudian dibantu juga oleh masyarakat setempat. Jadi pengerjaannya dilakukan bersama-sama agar pembangunan bisa cepat selesai dan segera dimanfaatkan warga,” ujarnya.
Jembatan di RT 03 tersebut menjadi titik pertama yang telah rampung dan diresmikan dari rangkaian pembangunan infrastruktur Kodim 0907/Tarakan di Kota Tarakan. Namun, pembangunan masih berlanjut di sejumlah lokasi lainnya.
Danan menyebut terdapat 12 titik jembatan lain yang masih dikerjakan. Rinciannya satu jembatan jenis Aramco dan 11 jembatan beton yang tersebar di empat kecamatan di Kota Tarakan.
“Untuk Kota Tarakan, yang kita resmikan hari ini baru satu titik di RT 03 dan kondisinya sudah 100 persen. Tetapi masih ada 12 titik yang sedang kita kerjakan, terdiri dari satu jembatan Aramco dan 11 jembatan beton. Lokasinya tersebar di empat kecamatan yang ada di Kota Tarakan,” jelasnya.
Selain jembatan, Kodim 0907/Tarakan juga membangun fasilitas air bersih berupa sumur bor di Binalatung. Jumlah titik pembangunan masih dapat bertambah sesuai kebutuhan masyarakat yang ditemukan di lapangan.
Penentuan lokasi pembangunan dilakukan berdasarkan laporan dan kebutuhan warga. Masyarakat dapat menyampaikan kondisi infrastruktur yang membutuhkan pembangunan atau perbaikan kepada Babinsa di wilayah masing-masing.
“Penentuan titiknya berdasarkan laporan warga dan kebutuhan masyarakat. Jadi kami meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan apa yang dibutuhkan di wilayahnya. Laporan bisa disampaikan kepada Babinsa di kelurahan masing-masing, kemudian akan dilihat dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” kata Danan.
Program pembangunan Kodim juga tidak terbatas pada jembatan dan fasilitas air bersih. Sejumlah fasilitas sosial dapat menjadi sasaran pembangunan maupun perbaikan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Programnya cukup banyak. Tidak hanya jembatan dan air bersih, tetapi bisa juga perbaikan pesantren, panti asuhan, rumah tidak layak huni, tempat ibadah dan fasilitas lainnya. Jadi kalau memang ada kebutuhan masyarakat yang perlu ditangani, bisa disampaikan dan akan kita lihat apa yang bisa dikerjakan,” ungkapnya.
Peresmian Jembatan Garuda di Tarakan merupakan bagian dari peresmian infrastruktur secara serentak yang diikuti Presiden Prabowo Subianto bersama Panglima TNI, Kapolri, jajaran kementerian dan lembaga, serta pemerintah daerah melalui video teleconference. Secara nasional, peresmian tersebut mencakup 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih.
Danan menjelaskan, jembatan Aramco dan jembatan beton memiliki perbedaan pada konstruksinya. Jembatan Aramco menggunakan gorong-gorong besi pada bagian bawah, sedangkan jembatan beton menggunakan konstruksi yang melintas di atas aliran sungai.
“Kalau Aramco, ada gorong-gorong besi di bagian bawahnya. Sebenarnya Aramco itu nama mereknya, sehingga jembatannya disebut jembatan Aramco. Sedangkan untuk jembatan beton, konstruksinya langsung melintas di atas sungai sehingga di bawahnya tidak ada lagi gorong-gorong yang menjadi penghalang,” pungkas Danan. (rs)










