TARAKAN, Headlinews.id – Indikasi aktivitas peredaran narkotika kembali terdeteksi di kawasan Timbunan, Kelurahan Selumit Pantai, sehingga aparat meningkatkan pengawasan di wilayah tersebut.
Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tarakan, Evon Meternik menyebut indikasi tersebut muncul dari laporan masyarakat yang melihat adanya pergerakan mencurigakan di kawasan yang sebelumnya pernah menjadi perhatian aparat.
“Ada laporan warga yang melihat aktivitas keluar-masuk orang yang tidak dikenal. Dari situ kami mulai melakukan pemantauan kembali,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Kawasan Timbunan sendiri sempat dikenal sebagai wilayah rawan peredaran narkotika. Setelah beberapa waktu relatif kondusif, pola aktivitas yang dilaporkan warga dinilai memiliki kemiripan dengan kondisi sebelumnya.
Menindaklanjuti informasi tersebut, BNNK Tarakan melakukan patroli lapangan untuk memastikan situasi secara langsung. Pemeriksaan difokuskan pada titik-titik yang diduga menjadi lokasi aktivitas tersembunyi.
Saat patroli berlangsung, kondisi di lapangan terpantau sepi dan tidak ditemukan transaksi terbuka maupun barang bukti. Namun, dinamika di sekitar kawasan menunjukkan adanya indikasi aktivitas yang belum sepenuhnya hilang.
Beberapa orang yang keluar dari area tersebut sempat dimintai keterangan. Dari hasil pendalaman, muncul pengakuan yang mengarah pada upaya pencarian narkotika.
“Memang tidak ditemukan barang bukti saat patroli, tapi ada beberapa orang yang kami temui mengaku datang ke sana untuk mencari narkoba,” kata Evon.
Pola yang terdeteksi menunjukkan aktivitas masih dilakukan secara tertutup dengan memanfaatkan lokasi yang sulit dijangkau pandangan langsung. Titik-titik seperti celah bangunan hingga kolong rumah kembali diduga digunakan.
“Cara yang digunakan masih sama, mencari tempat yang tidak terlihat agar tidak mudah terpantau,” tambahnya.
Meski belum menunjukkan peningkatan signifikan, kondisi ini dinilai perlu diantisipasi sejak dini. Pengawasan diperketat untuk mencegah aktivitas berkembang seperti sebelumnya.
BNNK Tarakan menilai laporan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendeteksi pergerakan tersebut. Informasi yang masuk membantu menentukan langkah pemantauan di lapangan.
Selain patroli, koordinasi dengan instansi terkait juga terus dilakukan sebagai langkah antisipasi jika diperlukan tindakan lanjutan.
“Kami terus memantau perkembangan di lapangan. Jika ada peningkatan, tentu akan dilakukan langkah lanjutan bersama pihak terkait,” ujarnya.
Opsi pelaksanaan razia dalam skala lebih besar juga terbuka, bergantung pada hasil pemantauan yang sedang berjalan.
Dengan kondisi yang masih dinamis, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
“Semua masih kami pantau. Kalau memang diperlukan, kami siap lakukan tindakan lebih lanjut bersama pihak terkait,” pungkasnya. (saf)










