TANA TIDUNG, Headlinews.id – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Sekatak Buji–Rian, Desa Kujau, Kabupaten Tana Tidung, Minggu (20/9/2026) sore. Mitsubishi Triton KT 8911 ZE bertabrakan dengan Suzuki Carry AD 1716 RN setelah Triton diduga masuk ke jalur berlawanan. Pengemudi Carry, Suwito (66), meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.
Kapolres Tana Tidung AKBP Eko Nugroho, S.I.K., melalui Ps. Kasat Lantas Polres Tana Tidung Ipda Laura Angelia Fernanda, S.Tr.K., M.Si., mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 17.30 WITA. Polisi masih mendalami rangkaian kejadian guna memastikan faktor yang menyebabkan kecelakaan.
“Berdasarkan informasi awal, Mitsubishi Triton bergerak dari arah Jalan Trans Kaltara Desa Kujau menuju PT Adindo. Saat berada di lokasi kejadian, kendaraan tersebut diduga masuk ke jalur kanan atau jalur berlawanan. Dari arah sebaliknya kemudian datang Suzuki Carry dan karena jaraknya sudah dekat, tabrakan tidak dapat dihindari,” ujar Laura, Senin (21/9/2026).
Benturan membuat kedua kendaraan keluar dari badan jalan. Suwito, warga Pamusian, Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan, meninggal dunia. Sementara Baco Ferdinan (28), pengemudi Mitsubishi Triton asal Desa Mentarang Baru, Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau, tidak dilaporkan mengalami luka dalam laporan awal.
Kondisi jalan di lokasi juga menjadi bagian dari pemeriksaan polisi. Ruas tersebut merupakan jalan provinsi dengan karakter medan berupa tikungan, turunan dan jalan berkelok. Saat kecelakaan terjadi, cuaca dilaporkan cerah dan arus kendaraan relatif sepi.
“Di lokasi memang terdapat tikungan, turunan dan ruas jalan berkelok. Kondisi tersebut belum bisa langsung disebut sebagai penyebab kecelakaan. Petugas masih melihat situasi di TKP, posisi kendaraan setelah benturan serta keterangan saksi untuk mendapatkan gambaran mengenai kejadian sebenarnya,” jelasnya.
Petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Kedua kendaraan diamankan sebagai barang bukti. Polisi juga mendokumentasikan kondisi kendaraan dan lokasi kecelakaan serta meminta keterangan dari saksi-saksi.
Laura mengatakan pemeriksaan masih diarahkan pada rangkaian kejadian sebelum tabrakan. Keterangan pengemudi dan saksi akan dicocokkan dengan kondisi kendaraan serta temuan di lokasi.
“Kami masih mencocokkan keterangan pengemudi dan saksi dengan kondisi di lapangan. Posisi kendaraan, kondisi badan jalan dan titik benturan juga menjadi bagian dari pemeriksaan. Langkah tersebut diperlukan supaya rangkaian kejadian sebelum tabrakan bisa diketahui secara utuh,” katanya.
Penyebab pasti kecelakaan belum disampaikan karena proses penyelidikan masih berlangsung. Polisi masih mengumpulkan keterangan dan memeriksa barang bukti yang berkaitan dengan kecelakaan tersebut.
“Penyebab pastinya masih kami dalami. Hasil olah TKP, keterangan saksi, kondisi kendaraan serta alat bukti lainnya akan kami periksa dan cocokkan. Setelah proses tersebut selesai, barulah dapat diketahui faktor yang menyebabkan kecelakaan hingga mengakibatkan satu orang meninggal dunia,” tegas Laura. (hr/*)










