TANA TIDUNG, Headlinews.id – Penguatan peran organisasi perempuan hingga pendidikan anak usia dini di tingkat kecamatan dilakukan Kabupaten Tana Tidung dengan melantik pengurus TP PKK, TP Posyandu, Bunda Literasi dan Bunda PAUD se-Kecamatan Tana Tidung, Rabu (16/9/2026).
Pelantikan berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Tana Tidung dan disaksikan Bupati Tana Tidung bersama kepala organisasi perangkat daerah terkait. Sejumlah camat, pengurus TP PKK, kader Posyandu, Bunda Literasi dan Bunda PAUD turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Ketua TP PKK Kabupaten Tana Tidung, Ketua TP Posyandu, Bunda Literasi sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung Vamelia Ibrahim, SE., M.Pd., mengatakan penguatan peran di tingkat kecamatan diperlukan agar program yang berkaitan dengan keluarga, kesehatan, literasi dan pendidikan anak dapat berjalan hingga ke tingkat wilayah.
“Pelantikan ini menjadi bagian dari penguatan peran teman-teman di kecamatan. Saya berharap mereka bisa membantu pemerintah melihat kebutuhan masyarakat dari dekat, termasuk persoalan PAUD yang ada di masing-masing wilayah,” kata Vamelia.
Untuk sektor PAUD, Vamelia mengatakan Tana Tidung telah memiliki 46 satuan PAUD. Jumlah tersebut tersebar di sejumlah wilayah dan tidak mengikuti perbandingan satu banding satu dengan jumlah desa karena kebutuhan layanan disesuaikan dengan jumlah anak.
Program Satu Desa Satu PAUD yang didorongnya disebut telah mencapai sekitar 99 persen. Dari 32 desa yang ada, terdapat sejumlah wilayah dengan lebih dari satu satuan PAUD karena jumlah anak dan sebaran permukiman membutuhkan layanan tambahan.
“Program Satu Desa Satu PAUD sudah sekitar 99 persen. Jumlah PAUD kita 46, sedangkan desa ada 32. Jadi memang ada desa yang memiliki lebih dari satu PAUD karena kita menyesuaikan jumlah anak dan kebutuhan di wilayah tersebut,” ujarnya.
Vamelia mencontohkan Desa Periuk yang belum memiliki satuan PAUD tersendiri. Jumlah anak usia 5 hingga 6 tahun di wilayah tersebut belum mencukupi untuk membangun layanan baru, sementara lokasinya berdekatan dengan PAUD yang sudah tersedia.
“Kita tidak bisa memaksakan pembangunan PAUD kalau jumlah anaknya memang belum mencukupi. Periuk salah satunya. Lokasinya juga dekat dengan PAUD yang sudah ada, sehingga anak-anak tetap bisa mendapatkan layanan tanpa harus membangun satu unit baru,” jelasnya.
Pemerataan satuan PAUD tersebut berjalan seiring dengan peningkatan Angka Partisipasi Sekolah (APS). Vamelia menyebut APS PAUD Tana Tidung pada 2021 berada di angka 51 persen, kemudian meningkat menjadi 91,81 persen dan berdasarkan data terbaru yang disampaikannya telah mencapai 98,21 persen.
Capaian tersebut membuat tantangan layanan PAUD bergeser pada peningkatan kualitas pendidikan dan memastikan anak yang belum terjangkau dapat masuk dalam layanan pendidikan usia dini.
“Kalau sudah 98,21 persen, tinggal sekitar dua persen anak yang belum masuk PAUD. Harapan saya bisa mendekati 99 persen. Setelah akses tersedia, kualitas guru dan pengelolaan PAUD juga harus terus diperbaiki,” katanya.
Menurut Vamelia, keberadaan Bunda PAUD di tingkat kecamatan dapat membantu pemerintah daerah memperoleh informasi mengenai kondisi satuan PAUD secara lebih dekat. Posisi tersebut juga menjadi ruang koordinasi antara masyarakat, pemerintah desa, kecamatan dan pemerintah kabupaten.
“Tidak mungkin Dinas Pendidikan setiap saat turun ke semua PAUD. Jadi saya sebagai mitra pemerintah membantu melihat kebutuhan di lapangan. Bunda PAUD kecamatan juga saya harapkan bisa menjalankan fungsi itu, menyampaikan apa yang memang dibutuhkan masyarakat,” tuturnya.
Selain PAUD, pelantikan tersebut juga memperkuat struktur TP PKK, TP Posyandu dan Bunda Literasi di tingkat kecamatan. Keempat unsur tersebut diharapkan dapat menjalankan peran masing-masing dengan berkoordinasi bersama pemerintah kecamatan dan desa.
Vamelia menilai keterlibatan unsur tersebut penting karena sejumlah persoalan pembangunan daerah berkaitan langsung dengan kondisi keluarga dan kualitas sumber daya manusia.
“Kalau prestasi itu hanya berhenti pada satu orang, menurut saya biasa. Tetapi kalau apa yang kita lakukan bisa ditularkan dan memberikan manfaat kepada orang lain, itu yang lebih penting,” pungkasnya. (*)






