SAMARINDA, Headlinews.id – Akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu ruang kerja sama yang dijajaki Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo). Kolaborasi antara Jamkrida Kaltim sebagai badan usaha milik daerah dan Jamkrindo sebagai badan usaha milik negara diarahkan untuk memperluas dukungan penjaminan bagi pelaku usaha di daerah.
Rencana kerja sama tersebut dibahas saat Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud menerima jajaran manajemen Jamkrindo di Ruang Rapat Gubernur Kaltim, Selasa (13/10/2026). Pembahasan mencakup rencana penyusunan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua perusahaan penjaminan tersebut.
Rudy mengatakan potensi ekonomi Kaltim perlu diikuti dengan dukungan pembiayaan yang dapat menjangkau pelaku usaha, termasuk UMKM yang sedang mengembangkan skala bisnisnya. Ia berharap kerja sama penjaminan dapat membuka peluang lebih luas bagi usaha lokal untuk tumbuh dan meningkatkan kapasitas.
“UMKM di Kaltim punya potensi yang besar. Ada usaha yang sedang berkembang dan membutuhkan dukungan agar bisa naik kelas. Harapannya, kerja sama ini bisa membantu memperluas akses pembiayaan sehingga pelaku usaha memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan bisnisnya,” ujar Rudy.
Ia memaparkan, perekonomian Kaltim tumbuh 4,53 persen dengan produk domestik regional bruto (PDRB) mencapai Rp889 triliun. Struktur ekonomi daerah masih ditopang pertambangan dan penggalian yang berkontribusi 34,18 persen, disusul industri pengolahan sebesar 20 persen serta konstruksi 11,58 persen.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang 9,58 persen, sedangkan perdagangan berkontribusi 7,62 persen. Di sisi pertumbuhan lapangan usaha, penyediaan akomodasi serta makan dan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13 persen.
Menurut Rudy, komposisi tersebut memperlihatkan adanya beragam sektor yang dapat menjadi ruang pengembangan usaha. Dukungan penjaminan diharapkan dapat membantu pelaku UMKM mengakses pembiayaan sesuai kebutuhan dan kapasitas usahanya.
“Potensi ekonomi daerah ini tersebar di sejumlah sektor. Kita berharap kerja sama Jamkrida dan Jamkrindo dapat memberi manfaat bagi pelaku usaha, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi yang berkontribusi terhadap pendapatan daerah,” katanya.
Pertemuan tersebut dipimpin Komisaris Independen Jamkrindo Muhammad Aras. Turut hadir Komisaris Dian Miliani Hakim, Muslim Saleh, Ari Wahyuni, M Muchlas Rowi, Komisaris Utama Krisna Wijaya, Direktur Operasional dan Jaringan Sigit Tjahjo Prabowo, Pemimpin Wilayah Banjarmasin Muhammad Natsir Rahmadi, Kepala Divisi Jaringan Boy Herwin Nur, Pemimpin Cabang Wilayah Balikpapan Yuliana Nurbani, serta Pemimpin Cabang Wilayah Samarinda Donald Marthinus Goerge Zikoe.
Rudy berharap rencana kerja sama tersebut dapat ditindaklanjuti dengan skema yang jelas dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh pelaku usaha dan mendukung perkembangan ekonomi Kaltim.
“Semoga ini menjadi ikhtiar bersama untuk menciptakan ekosistem penjaminan yang sehat, kuat, terintegrasi, dan tumbuh secara berkelanjutan,” ungkapnya. (*)








