TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bulungan diarahkan agar turut menggerakkan perekonomian masyarakat setempat. Pemenuhan kebutuhan pangan untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diharapkan melibatkan pemasok lokal, sehingga belanja program tersebut dapat berputar dan memberikan dampak ekonomi bagi daerah.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kelas I Kalimantan Utara Badan Gizi Nasional (BGN), Dr Harjito B, S.STP., M.Si., menyampaikan hal itu saat audiensi bersama Wakil Bupati Bulungan Kilat, A.Md., beserta jajaran pemerintah kabupaten di Ruang Rapat BKAD, Rabu (4/11/2026).
“Pasokan bahan pangan untuk kebutuhan MBG harus bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Bulungan. Kami mendorong agar kebutuhan dapur dipenuhi dari potensi daerah sendiri, sehingga perputaran uang dari program ini ikut menggerakkan usaha masyarakat,” ujar Harjito.
Harjito menjelaskan, kebutuhan bahan pangan untuk operasional SPPG merupakan peluang bagi daerah untuk memperkuat sektor produksi dan distribusi pangan. Keterlibatan pemasok dari Bulungan dinilai dapat menjaga perputaran belanja program tetap berada di wilayah tersebut.
Menurut dia, pemerintah daerah memiliki peran dalam mengidentifikasi kemampuan produksi dan ketersediaan bahan pangan lokal. Perangkat daerah terkait juga diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan SPPG dengan petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha yang mampu memasok bahan baku secara berkelanjutan.
Harjito mengingatkan, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat mengurangi peluang ekonomi yang seharusnya bisa dinikmati masyarakat setempat. Ketersediaan bahan pangan dari Bulungan menjadi salah satu aspek yang harus diperkuat seiring bertambahnya jumlah dapur MBG.
“Jangan sampai kebutuhan bahan baku harus didatangkan dari Tarakan, Malinau maupun Tana Tidung, padahal sebenarnya bisa dipenuhi dari Bulungan. Ini tantangan bagi kita semua, khususnya pemerintah daerah, untuk memastikan dan memenuhi kebutuhan SPPG yang ada di Bulungan,” imbuhnya.
Saat ini, pelaksanaan MBG di Bulungan telah menjangkau lima kecamatan, yakni Tanjung Selor, Tanjung Palas, Tanjung Palas Barat, Tanjung Palas Timur, dan Tanjung Palas Utara. Sebanyak 14 SPPG telah tersebar di lima wilayah tersebut, dengan rincian delapan unit di Tanjung Selor, dua di Tanjung Palas, satu di Tanjung Palas Barat, dua di Tanjung Palas Timur, dan satu di Tanjung Palas Utara.
Pengembangan layanan masih berlangsung untuk menjangkau lima kecamatan lainnya. Sejumlah dapur masih dalam tahap pembangunan maupun persiapan operasional. Secara keseluruhan, jumlah SPPG di Bulungan diproyeksikan mencapai 68 unit apabila seluruh rencana pengembangan terealisasi, termasuk 44 unit yang direncanakan untuk wilayah terpencil dan delapan unit di kawasan aglomerasi.
Dari sisi penerima manfaat, program MBG di Bulungan telah menjangkau 49.857 orang atau sekitar 64 persen dari sasaran. Kecamatan Tanjung Selor mencatat jumlah penerima terbesar, yakni sekitar 20.000 orang, dengan 19.000 orang di antaranya telah memperoleh layanan atau setara 93 persen.
Kesiapan operasional juga menjadi bagian dari pengembangan program. Dari 14 SPPG yang telah tersedia, sebanyak 10 unit mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sedangkan empat lainnya masih dalam proses pemenuhan persyaratan. Untuk sertifikasi halal, masih terdapat dua SPPG yang belum menyelesaikan proses tersebut, masing-masing berada di Tanjung Palas Timur dan Tanjung Selor.
Harjito menyebut penyelesaian persyaratan tersebut terus didorong bersama yayasan dan mitra pengelola. Pembenahan kesiapan layanan berjalan seiring dengan perluasan jangkauan MBG di Kabupaten Bulungan.
Sementara itu, Wakil Bupati Bulungan Kilat menyambut baik audiensi dan terbentuknya kantor wilayah BGN di Kalimantan Utara. Pemerintah Kabupaten Bulungan berharap perluasan program MBG dapat menjangkau anak-anak sekolah secara merata, terutama mereka yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Kilat menyampaikan, pemerintah daerah mendukung perluasan layanan MBG agar anak-anak di wilayah yang sulit dijangkau juga memperoleh akses pemenuhan gizi.
“Program ini sangat baik bagi pemenuhan gizi anak-anak sekolah di Bulungan. Kami berharap pelaksanaannya bisa menjangkau seluruh kecamatan, termasuk anak-anak yang berada di wilayah 3T,” ujar Kilat. (rn/*)










