NUNUKAN, Headlinews.id – Pengembangan sektor perikanan di Kabupaten Nunukan dinilai masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Potensi yang dimiliki daerah tidak hanya berasal dari perikanan laut, tetapi juga usaha budidaya air tawar yang dapat dikembangkan sebagai sumber penghasilan warga.
Anggota Fraksi PKS DPRD Kabupaten Nunukan, H. Andi Yakub dan Said Hasan, membahas peluang tersebut saat melakukan kunjungan koordinasi ke Dinas Perikanan Kabupaten Nunukan, Senin (2/11). Pertemuan itu turut membahas Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dan sejumlah upaya pengembangan sektor perikanan.
Andi Yakub menilai pengembangan kawasan perikanan harus diarahkan pada kebutuhan masyarakat pesisir. Program Kampung Nelayan Merah Putih dinilai dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat aktivitas ekonomi nelayan apabila didukung fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Nunukan memiliki potensi perikanan yang cukup besar. Potensi ini harus dikembangkan secara maksimal agar sektor perikanan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Andi, pembangunan kawasan nelayan tidak cukup hanya berorientasi pada penyediaan fasilitas. Ketersediaan sarana dan prasarana juga harus mendukung aktivitas nelayan, mulai dari kegiatan penangkapan hingga penanganan hasil perikanan.
“Program Kampung Nelayan Merah Putih menjadi salah satu peluang untuk memperkuat kehidupan masyarakat pesisir. Kami berharap program ini benar-benar menjawab kebutuhan nelayan, terutama dari sisi fasilitas dan dukungan terhadap aktivitas mereka,” katanya.
Ia juga mengingatkan fasilitas yang dibangun harus dapat dimanfaatkan secara optimal. Perencanaan program perlu disesuaikan dengan kondisi masyarakat pesisir agar hasil pembangunan tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga mendukung produktivitas nelayan.
“Pengembangan kawasan nelayan seharusnya bisa disertai sarana dan prasarana yang memadai. Fasilitas yang tersedia harus benar-benar menunjang kegiatan nelayan dan memberikan manfaat bagi mereka,” tegasnya.
Sementara itu, Said Hasan menilai pengembangan perikanan Nunukan juga harus memberi ruang lebih besar bagi usaha budidaya air tawar. Potensi tersebut dapat menjadi alternatif kegiatan ekonomi masyarakat, terutama bagi warga yang ingin mengembangkan usaha perikanan di luar aktivitas penangkapan ikan di laut.
“Pembahasan sektor perikanan jangan hanya terpaku pada hasil tangkapan laut. Nunukan juga memiliki peluang pengembangan perikanan air tawar, khususnya usaha budidaya yang bisa dikembangkan masyarakat,” ujar Said.
Menurut dia, pengembangan budidaya membutuhkan dukungan yang berkelanjutan. Pembinaan, ketersediaan sarana produksi, serta pendampingan kepada pembudidaya menjadi bagian yang harus diperhatikan agar usaha tersebut dapat tumbuh dan memberikan hasil ekonomi.
“Budidaya ikan dapat menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat. Potensi ini harus didukung pembinaan, ketersediaan sarana produksi, dan pendampingan agar usaha yang dijalankan bisa berkembang,” ungkapnya.
Said berharap pengembangan sektor perikanan dapat melibatkan lebih banyak kelompok masyarakat. Nelayan, pembudidaya ikan, hingga pelaku usaha yang bergerak dalam pengolahan dan pemasaran hasil perikanan diharapkan memperoleh manfaat dari program pemerintah.
“Kami berharap pengembangan perikanan dapat melibatkan masyarakat secara lebih luas. Nelayan, pembudidaya ikan, dan pelaku usaha lainnya harus mendapatkan manfaat dari program pemerintah,” pungkasnya. (*)










