BULUNGAN, Headlinews.id – Berakhirnya kegiatan pertambangan di kawasan Kelubir membuka peluang pemanfaatan aset perusahaan untuk mendukung aktivitas ekonomi baru di Kabupaten Bulungan.
Area dermaga khusus (jetty) dan tangki bahan bakar cair milik PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) diserahkan kepada pemerintah daerah untuk dikembangkan sebagai fasilitas penunjang kegiatan kepelabuhanan.
Penyerahan aset yang berada di Desa Kelubir, Kecamatan Tanjung Palas Utara itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Direktur PT PKN Tria Suprajeni dan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bulungan Khairul. Bupati Bulungan Syarwani menyaksikan penandatanganan yang berlangsung di Hotel Lumire, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
“Setelah kurang lebih 17 tahun beroperasi di Bulungan, kami mengapresiasi kontribusi PT PKN terhadap daerah. Penyerahan aset ini memberikan kesempatan bagi pemerintah kabupaten untuk mengoptimalkan fasilitas yang sudah ada agar bisa dimanfaatkan bagi kepentingan pembangunan dan masyarakat,” ujar Syarwani.
Aset tersebut sebelumnya digunakan untuk menunjang kegiatan Site Kelubir Mine Operation (KMO). Seiring berakhirnya operasional pertambangan, penyelesaian pemanfaatan area jetty beserta infrastruktur di atasnya dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pemkab Bulungan berencana mengembangkan bekas dermaga khusus itu menjadi pelabuhan bongkar muat barang. Keberadaan fasilitas yang telah tersedia dinilai dapat mendukung aktivitas distribusi barang serta memperkuat infrastruktur transportasi laut di wilayah tersebut.
Syarwani meminta perangkat daerah terkait menyiapkan kajian akademis sebagai dasar pengembangan kawasan. Kajian mencakup potensi lokasi, pola kegiatan bongkar muat, kebutuhan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, hingga persyaratan perizinan.
“Rencana ini harus disiapkan berdasarkan kajian yang komprehensif. Kami meminta Dinas Perhubungan berkoordinasi dengan Bappeda dan Litbang, Dinas Lingkungan Hidup, serta perangkat daerah yang menangani perizinan. Semua aspek harus diperhitungkan agar pengembangan kawasan memiliki arah yang jelas,” katanya.
Pengembangan Kelubir juga diarahkan pada pemanfaatan lahan bekas pertambangan untuk kegiatan ekonomi produktif. Pemerintah daerah melihat peluang di sektor perkebunan, peternakan, dan perikanan yang dapat membuka ruang usaha bagi masyarakat di sekitar kawasan.
“Ketika aktivitas tambang sudah selesai, kawasan ini tetap harus memiliki kegiatan produktif. Potensi perkebunan, peternakan, dan perikanan bisa dikembangkan untuk membuka kesempatan usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat. Kawasan ini harus tetap memberikan nilai ekonomi dalam jangka panjang,” ungkap Syarwani.
Dari pihak perusahaan, PT PKN turut menyiapkan sejumlah rencana pemanfaatan lahan pascatambang dengan luasan sekitar 600 hektare. Pengembangan yang direncanakan meliputi perkebunan kakao, tanaman atsiri, peternakan sapi, serta rencana peternakan kambing.
Selain lahan daratan, terdapat kolam seluas sekitar 27 hektare yang berpotensi dimanfaatkan untuk kegiatan perikanan dan pengembangan energi. Potensi tersebut menjadi bagian dari rencana diversifikasi kegiatan ekonomi setelah operasional pertambangan berakhir.
Perwakilan PT PKN menyampaikan pengembangan kawasan pascatambang juga diarahkan untuk membuka ruang keterlibatan masyarakat setempat. Pelibatan warga dalam kegiatan usaha di kawasan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak terhadap pendapatan masyarakat sekaligus perekonomian daerah.
“Kami menyiapkan beberapa alternatif pengembangan kawasan setelah kegiatan pertambangan berakhir. Potensi lahan untuk perkebunan dan peternakan serta kolam yang tersedia bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produktif. Kami juga mendorong keterlibatan masyarakat sekitar agar pengembangan kawasan ini memberikan manfaat secara langsung,” ujar perwakilan perusahaan.
Syarwani menegaskan, pengalihan aset tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengoptimalkan fasilitas yang tersedia setelah kegiatan pertambangan berakhir. Pengembangan jetty sebagai pelabuhan bongkar muat serta pemanfaatan lahan untuk sektor produktif akan diarahkan agar kawasan Kelubir memiliki peran baru dalam mendukung perekonomian Bulungan.
“Aset ini memiliki potensi untuk dikembangkan. Kami akan menindaklanjuti melalui kajian dan koordinasi dengan seluruh perangkat daerah terkait, sehingga pemanfaatannya dapat mendukung kegiatan kepelabuhanan sekaligus membuka aktivitas ekonomi baru di kawasan Kelubir,” tutup Syarwani. (rn)







