NUNUKAN, Headlinews.id – Banjir yang melanda Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, berdampak terhadap lebih dari 200 rumah warga di tiga desa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan langsung mengerahkan personel untuk melakukan pendataan dan penanganan di lokasi terdampak.
Tiga desa yang terdampak banjir yakni Desa Liang Bunyu, Desa Binalawan, dan Desa Setabu. Air yang meluap dari saluran maupun kawasan rendah sempat masuk ke permukiman warga dengan ketinggian genangan mencapai sekitar satu meter.
Kepala Seksi Penyelamatan BPBD Kabupaten Nunukan, Hasanuddin, mengatakan tim di lapangan masih melakukan asesmen untuk mengetahui kondisi warga serta luas dampak banjir.
Selain pendataan, personel juga membantu mengurangi genangan di sejumlah titik yang sulit surut secara alami.
“Tim kami langsung bergerak ke lokasi untuk melihat kondisi masyarakat dan melakukan pendataan. Dari pemantauan awal, cukup banyak rumah warga yang terdampak karena air masuk ke kawasan permukiman,” ujarnya.
Menurut Hasanuddin, upaya penanganan dilakukan dengan mengoperasikan pompa air di beberapa titik yang memiliki kondisi kontur rendah. Penggunaan alat tersebut dilakukan untuk membantu mempercepat pengurangan genangan, terutama di lokasi yang aliran airnya tidak berjalan lancar.
“Ada beberapa titik yang membutuhkan penanganan khusus karena air tidak cepat keluar. Karena itu kami menggunakan pompa agar genangan bisa lebih cepat berkurang dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal,” katanya.
Ia menyebut kondisi banjir saat ini mulai mengalami perbaikan. Debit air di sejumlah wilayah terdampak terus menurun dibandingkan saat banjir mencapai puncaknya.
“Berdasarkan laporan petugas di lapangan, air sudah mulai turun. Masyarakat juga mulai bisa melakukan aktivitas seperti biasa karena genangan berangsur berkurang,” jelasnya.
Meski kondisi mulai membaik, BPBD Nunukan masih melakukan pemantauan terhadap wilayah terdampak. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir kembali terjadi apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur wilayah tersebut.
“Kami belum menarik seluruh personel karena kondisi cuaca masih perlu dipantau. Apabila hujan kembali turun dengan durasi lama, kenaikan debit air masih mungkin terjadi,” ungkap Hasanuddin.
Hingga saat ini, BPBD memastikan belum menerima laporan adanya korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat banjir tersebut. Penanganan masih difokuskan pada pemantauan kondisi warga dan percepatan surutnya genangan.
Hasanuddin juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah rendah maupun sekitar aliran air agar tetap waspada. Warga diminta segera melapor apabila melihat peningkatan debit air yang berpotensi mengganggu permukiman.
“Kami meminta masyarakat tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Jika air mulai naik, segera sampaikan kepada aparat desa atau petugas agar bisa ditindaklanjuti lebih cepat,” pungkasnya. (*)










