MEDAN, Headlinews.id – Pilihan masyarakat terhadap pakaian yang sudah tidak digunakan masih cenderung berhenti pada menyimpan atau menjual kembali. Dari 63 respons pengunjung Car Free Day (CFD) Medan, hanya 13 orang yang memilih mengolah pakaian bekas menjadi sesuatu yang baru.
Sebanyak 26 orang memilih menyimpan pakaian, 22 orang menjualnya, sedangkan dua orang memilih membuang. Data tersebut diperoleh dari pertanyaan interaktif yang diajukan REKA Project kepada pengunjung mengenai pilihan mereka ketika memiliki pakaian yang sudah tidak digunakan.
Perbandingan tersebut menunjukkan pengolahan kembali belum menjadi pilihan utama dibandingkan menyimpan atau menjual. Padahal, pakaian yang masih memiliki kondisi layak dapat diperpanjang masa gunanya dengan digunakan kembali, diberikan kepada orang lain atau diolah menjadi barang dengan fungsi berbeda.
Siti Pulungan, salah satu pengunjung CFD Medan, mengatakan informasi mengenai pemanfaatan pakaian bekas membuatnya mulai mempertimbangkan kembali kebiasaan membeli pakaian. Ia memilih memaksimalkan pakaian yang sudah dimiliki sebelum menggantinya dengan barang baru.
“Saya jadi lebih berpikir untuk memakai pakaian yang sudah ada selama masih bisa digunakan. Kalau sudah tidak terpakai, bisa dicoba diolah menjadi barang lain sebelum membeli yang baru,” ujar Siti.
Menurut Siti, pakaian yang masih layak sebenarnya memiliki kesempatan untuk digunakan lebih lama. Kebiasaan tersebut juga dapat diterapkan dengan menjual atau memberikan pakaian kepada pihak lain ketika pemiliknya sudah tidak membutuhkannya.
REKA Project memperkenalkan persoalan tersebut kepada pengunjung CFD Medan dengan mengangkat isu fast fashion dan limbah tekstil. Pengunjung tidak hanya diajak mengenali dampak pakaian yang sudah tidak digunakan, tetapi juga melihat sejumlah pilihan sebelum pakaian tersebut dibuang.
Pilihan menyimpan dan menjual yang lebih dominan dalam respons pengunjung menunjukkan masih terdapat ruang untuk memperkenalkan alternatif pengolahan pakaian bekas. Edukasi mengenai penggunaan kembali dapat diarahkan pada kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
REKA Project selanjutnya menyiapkan kegiatan lanjutan pada 9 Oktober 2026 yang akan memuat edukasi mengenai limbah tekstil dan workshop pengolahan pakaian bekas. Peserta akan diajak melihat cara mengubah pakaian yang sudah tidak digunakan menjadi barang dengan fungsi baru.
Pengolahan tersebut diharapkan memberi pilihan tambahan bagi masyarakat dalam memperlakukan pakaian yang sudah tidak digunakan. Dengan memperpanjang masa pakai, pakaian dapat tetap memiliki manfaat sebelum akhirnya benar-benar tidak dapat digunakan kembali. (saf/*)







