ACEH BESAR, Headlinews.id – Kepengurusan Forum Alumni Santri Ma’had Daarut Tahfizh Al-Ikhlas (FASDATI) periode 2026–2028 resmi terbentuk. Mahdalil Ikram, S.Pd., M.Sos., dipercaya memimpin organisasi alumni tersebut setelah dilantik di Kompleks Ma’had Daarut Tahfizh Al-Ikhlas, Aceh Besar, Sabtu (26/9/2026).
Mahdalil didampingi Teguh Angkasa sebagai Wakil Ketua. Pelantikan dipimpin dan disaksikan Pimpinan Ma’had Daarut Tahfizh Al-Ikhlas, Ustadz Dr. H. Zulfikar, S.Ag., M.Ag., yang memberikan arahan kepada jajaran pengurus dan alumni.
Zulfikar mengingatkan para alumni agar tetap menjaga hafalan Al-Qur’an yang diperoleh selama menjalani pendidikan di Ma’had. Nilai-nilai yang dipelajari juga diharapkan tercermin dalam sikap alumni ketika kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
“Alumni harus tetap menjaga hafalan Al-Qur’an yang sudah diperoleh selama di Ma’had. Setelah kembali ke lingkungan masing-masing, nilai-nilai Al-Qur’an itu perlu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Zulfikar.
Ia juga mengingatkan bahwa sikap alumni turut membawa nama almamater di tengah masyarakat. Karena itu, nilai pendidikan yang diperoleh selama berada di Ma’had perlu diterapkan dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.
“Nama baik pesantren juga tercermin dari sikap para alumninya. Nilai Al-Qur’an, Pancasila dan UUD 1945 perlu ditanamkan dan diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa,” tuturnya.
FASDATI menjadi wadah bagi alumni yang telah menyelesaikan pendidikan di Ma’had Daarut Tahfizh Al-Ikhlas untuk menjaga hubungan antarlulusan sekaligus tetap terhubung dengan almamater. Kepengurusan baru tersebut akan menjalankan periode 2026–2028.
Pelantikan berlangsung dalam rangkaian Milad ke-17 Ma’had Daarut Tahfizh Al-Ikhlas yang digelar pada 23–27 September 2026. Selain agenda organisasi, rangkaian kegiatan tersebut mempertemukan kembali alumni dengan lingkungan pendidikan yang pernah mereka jalani.
Zulfikar berharap FASDATI dapat diisi dengan kegiatan yang memberi manfaat bagi alumni dan masyarakat, termasuk kegiatan sosial, keagamaan serta syiar Al-Qur’an.
“Para alumni sudah memiliki bekal dari pendidikan di Ma’had. Selanjutnya bagaimana nilai-nilai itu diamalkan dalam kehidupan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. FASDATI dapat menjadi wadah untuk memperkuat hubungan alumni dan menjalankan kegiatan yang positif,” kata Zulfikar. (saf/*)









