BANDA ACEH, Headlinews.id – Pemahaman aqidah menjadi bagian penting dalam persiapan calon jamaah haji sebelum menjalankan ibadah di Tanah Suci. Bekal tersebut diberikan bersamaan dengan pemahaman teknis manasik agar jamaah mengetahui dasar dari setiap rangkaian ibadah yang akan dijalankan.
Materi aqidah dibahas dalam pertemuan kelima Manasik Haji KBIHU Nashita Al Hujjaj di Masjid Taqwa Muhammadiyah, Jalan KH Ahmad Dahlan No. 07, Banda Aceh, Ahad (4/10/2026). Kegiatan berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
Ustaz H. Dr. Aslam Nur, MA., yang juga Rektor Muhammadiyah Aceh, menjadi narasumber dengan materi “Aqidah Ibadah Haji Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW”. Pembahasan diarahkan pada hubungan ibadah haji dengan tauhid serta prinsip mengikuti tuntunan Rasulullah SAW.
“Jamaah perlu memahami dasar dari ibadah yang akan dilaksanakan. Thawaf, sa’i dan wukuf bukan sekadar rangkaian gerakan, tetapi bagian dari ibadah kepada Allah. Karena itu, pemahaman tentang aqidah dan tuntunan Rasulullah perlu dipahami sejak sebelum berangkat,” ujar Aslam.
Materi juga mencakup kedudukan haji dalam Islam, dalil dari Al-Qur’an dan Sunnah serta prinsip ittiba’. Jamaah diajak memahami pelaksanaan ibadah berdasarkan tuntunan yang memiliki dasar, termasuk ketika menghadapi berbagai kebiasaan yang ditemui selama berada di Tanah Suci.
Ketua KBIHU Nashita Al Hujjaj, Hj. Zaidar Jaafar, S.Ag., mengatakan pembekalan aqidah diberikan untuk melengkapi pengetahuan teknis yang sudah diterima jamaah dalam rangkaian manasik.
“Manasik kami susun bertahap supaya jamaah punya bekal yang lengkap. Tata cara ibadah perlu dikuasai, tetapi dasar keyakinan dan pemahaman tentang ibadahnya juga perlu diperkuat sebelum mereka berangkat,” kata Zaidar.
Menurut Zaidar, kesiapan mental juga diperlukan karena jamaah akan menghadapi lingkungan dan kondisi yang berbeda selama berada di Tanah Suci. Perbedaan karakter jamaah, aktivitas yang padat dan kondisi fisik menjadi bagian dari situasi yang perlu diantisipasi.
“Nanti di Tanah Suci jamaah akan bertemu dengan banyak orang dan menghadapi kondisi yang beragam. Kesabaran dan kemampuan menjaga niat sangat diperlukan. Bekal dari manasik ini kami harapkan bisa membantu jamaah menghadapi situasi tersebut dengan lebih tenang,” ujarnya.
Pertemuan kelima tersebut juga memberikan kesempatan kepada jamaah untuk bertanya dan berdiskusi mengenai materi yang disampaikan. Kegiatan dipandu moderator Dr. Mainita, M.H.Kes.
Rangkaian manasik KBIHU Nashita Al Hujjaj dilaksanakan sebagai pembekalan bagi calon jamaah sebelum menjalankan ibadah haji. Materi diberikan secara bertahap dengan menggabungkan pemahaman teknis pelaksanaan dan dasar keagamaan.
“Kami berharap jamaah berangkat dengan bekal yang cukup. Mereka memahami tata cara ibadah, tahu dasar yang menjadi pedoman, dan mampu menjaga niat selama menjalankan seluruh rangkaian haji,” pungkas Zaidar. (saf/*)








