MALINAU, Headlinews.id – Festival Budaya Irau ke-12 yang dirangkai dengan peringatan HUT ke-27 Kabupaten Malinau akan kembali digelar tahun ini. Pemerintah Kabupaten Malinau mulai mematangkan konsep kegiatan dengan mengarahkan rangkaian acara pada penggalian potensi budaya dan aktivitas masyarakat setempat.
Persiapan dibahas dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Malinau Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H. di Ruang Rapat Intulun, Kamis (20/8/2026).
Konsep pelaksanaan tahun ini disiapkan agar kegiatan tidak hanya menjadi agenda perayaan tahunan, tetapi juga menampilkan kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat Malinau.
Ernes mengatakan posisi Irau sebagai agenda tahunan berkaitan dengan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Malinau. Kabupaten Malinau telah masuk dalam program pengembangan yang melibatkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
“Malinau sudah masuk bersama-sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Karena itu, kegiatan Hari Ulang Tahun dan Irau ini dilaksanakan setiap tahun,” kata Ernes.
Durasi pelaksanaan tahun ini direncanakan sekitar satu minggu. Waktu tersebut akan diisi dengan berbagai kegiatan yang mengangkat budaya dan potensi lokal Malinau.
“Pelaksanaan Irau tahun ini direncanakan kurang lebih satu minggu. Kegiatannya akan lebih banyak menggali potensi lokal dan budaya lokal yang ada di Malinau,” ujarnya.
Materi kegiatan tidak hanya berupa pertunjukan budaya. Permainan tradisional juga akan dimasukkan dalam rangkaian acara, termasuk kegiatan yang melibatkan pelajar. Pelaksanaannya akan melibatkan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).
Keterlibatan pelajar dan komunitas menjadi bagian dari konsep kegiatan agar Irau dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat. Penguatan budaya lokal juga dipadukan dengan aktivitas yang berkaitan dengan olahraga masyarakat dan permainan tradisional.
“Potensi lokal akan menjadi bagian penting dalam rangkaian Irau. Termasuk permainan tradisional dan kegiatan bersama para pelajar yang akan dilaksanakan dengan KORMI,” kata Ernes.
Pemkab Malinau selanjutnya masih mematangkan rangkaian kegiatan dan teknis pelaksanaan. Agenda tersebut diarahkan untuk memperkuat ruang bagi masyarakat dalam menampilkan budaya lokal sekaligus mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
“Irau ini harus memberi ruang yang lebih besar bagi potensi dan budaya lokal Malinau. Masyarakat, termasuk generasi muda, diharapkan dapat terlibat sehingga budaya daerah tetap hidup dan potensi yang ada bisa terus dikembangkan,” pungkas Ernes. (*)










