TARAKAN, Headlinews.id – Seorang pelajar kelas 1 SMA berinisial A.G (18) ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Jalan Aki Balak RT 67, Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat, Sabtu (16/5/2026). Polisi menduga korban mengakhiri hidup karena persoalan asmara.
Kapolres Tarakan, AKBP Erwin S. Manik melalui Kasi Humas Polres Tarakan, IPTU Rusli mengatakan korban ditemukan pihak keluarga dalam kondisi tergantung di dalam kamar sekitar pukul 15.00 Wita.
“Awalnya ibu korban mengetuk pintu kamar, namun tidak ada jawaban. Sedangkan kamar terkunci dari dalam. Akhirnya ibu korban meminta bantuan sepupunya untuk memeriksa kondisi anaknya,” ujarnya, Minggu (17/5/2026).
Khawatir terjadi sesuatu, pintu kamar kemudian didobrak dan korban ditemukan dalam posisi tergantung menggunakan tali nilon yang diikatkan pada plafon kamar.
Rusli menjelaskan, saat kejadian kebetulan di sekitar lokasi juga sedang berlangsung kegiatan kedukaan sehingga warga cukup banyak berada di sekitar rumah korban.
Pihak keluarga bersama warga sekitar kemudian membantu menurunkan korban, namun saat diperiksa korban diketahui sudah meninggal dunia.
“Saat warga datang ke lokasi, korban masih dalam posisi tergantung di dalam kamar. Setelah diturunkan, ternyata sudah meninggal dunia,” imbuhnya.
Polisi yang menerima laporan kemudian mendatangi lokasi bersama personel Polsek Tarakan Barat dan Satreskrim Polres Tarakan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan area, serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Selain itu, petugas juga melakukan pemeriksaan visum luar terhadap jenazah di RSUD Tarakan. Namun, setelahnya korban dikembalikan ke rumah duka untuk dimakamkan.
“Unit Inafis langsung melakukan olah TKP, sementara korban dibawa ke rumah sakit dan dilakukan visum. Selanjutnya jenazah kami serahkan kembali kepada pihak keluarga untuk dikebumikan,” ungkapnya
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit handphone merek Oppo warna hitam milik korban, seutas tali nilon warna biru, serta kartu pelajar korban.
“Kami juga sudah meminta keterangan dua orang saksi. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Sementara diduga karena persoalan asmara,” ujar Rusli.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi mental dan lingkungan pergaulan anak-anak remaja.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi mental dan lingkungan pergaulan anak-anak remaja serta mempercayakan penanganan peristiwa ini kepada pihak kepolisian,” lanjutnya.
Sementara itu, salah satu teman sekolah korban mengaku terkejut mendengar kabar meninggalnya A.G. Menurutnya, selama ini korban dikenal sebagai pribadi yang ceria dan aktif di sekolah.
“Ga ada tanda-tanda lah, dia juga bukan pendiam. Makanya kami juga kaget, apalagi dia baru terpilih jadi anggota OSIS,” ujar teman korban yang enggan disebutkan namanya.
Ia juga mengungkapkan, beberapa hari sebelum kejadian korban sempat mengajak teman-temannya untuk jogging saat libur panjang akhir pekan.
“Kebetulan memang libur panjang tanggal merah, jadi kami libur empat hari. Dia ada ngajak jogging ke gunung di Bukit Mas, tapi tidak ada yang mau. Sampai akhirnya kami dapat kabar di grup sekolah kalau dia meninggal,” tuturnya. (saf)








