TARAKAN, Headlinews.id – Gudang sembako milik Toko Sinar Terang Baru di Jalan Bom Panjang, Kelurahan Pamusian, Kota Tarakan, terbakar, Senin (17/8/2026) sore. Api yang membakar bangunan berukuran sekitar 20 x 30 meter itu berhasil dikendalikan setelah petugas melakukan pemadaman selama satu jam.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kota Tarakan, Eko Supriyatnoko mengatakan, laporan kebakaran di gudang milik Tedi Sunardi tersebut diterima melalui call center 21113 di Mako Damkar pada pukul 16.32 WITA.
“Begitu laporan masuk, dari Mako langsung bergerak. Kami tiba sekitar pukul 16.40 WITA dan langsung melakukan pemadaman,” kata Eko di lokasi kejadian.
Pemadaman berlangsung hingga pukul 17.40 WITA. Setelah api utama berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan karena masih terdapat sisa material terbakar di bagian dalam gudang.
Bangunan yang terbakar merupakan gudang penyimpanan berbagai kebutuhan pokok. Material di dalamnya antara lain bahan makanan, kacang-kacangan, minyak goreng, air mineral hingga barang kebutuhan rumah tangga.
Kondisi material yang terbakar membuat asap yang dihasilkan cukup pekat. Petugas mengalami keterbatasan jarak pandang ketika berupaya masuk ke bagian dalam gudang sehingga dua nozzleman dilengkapi peralatan oksigen.
“Asapnya sangat pekat dan pedas ketika terkena mata. Karena kondisi di dalam cukup berat, dua nozzleman kami lengkapi dengan oksigen,” ujarnya.
Selain asap, kepadatan akses di sekitar lokasi juga menjadi tantangan selama proses pemadaman. Jalan tersebut merupakan jalur yang cukup ramai sehingga petugas kepolisian ikut membantu mengatur akses kendaraan dan masyarakat.
Pengerahan kekuatan dilakukan secara gabungan. Damkar menurunkan unit fire dari Mako dan sektor Barat, sementara Pertamina yang memiliki fasilitas di bagian belakang lokasi turut mengerahkan satu unit fire. Sekitar 60 personel Damkar diterjunkan, sedangkan dari Pertamina terdapat sekitar 20 personel.
Dukungan suplai air juga datang dari sejumlah unit Damkar, PDAM serta tandon air yang berada di kawasan Toko Sinar Terang Baru.
“Keberadaan tandon itu sangat membantu. Kapasitasnya hampir 50 ton, walaupun saat kejadian isinya tidak sampai separuh,” jelas Eko.
Kebakaran berpotensi menjalar ke fasilitas di sekitar lokasi karena bagian belakang gudang berbatasan langsung dengan area Pertamina. Tim pemadam Pertamina ikut melakukan penanganan dari sisi belakang.
“Posisinya berdampingan dengan fasilitas Pertamina. Teman-teman Pertamina membantu dari belakang, sementara kita melakukan pemadaman dari sisi depan dan samping. Alhamdulillah api bisa kita lokalisir, sehingga mes pekerja di belakang tetap aman,” tuturnya.
Selama proses penanganan, tidak dilaporkan adanya ledakan. Sementara kondisi gudang sendiri mengalami kerusakan berat. Sebagian besar barang yang berada di dalam bangunan terbakar. Air mineral yang masih tersusun dalam tumpukan juga ikut terdampak api.
“Kalau boleh dibilang, barang yang ada di dalam hampir habis. Struktur bangunannya juga sudah cukup parah sehingga perlu dibongkar ulang,” kata Eko.
Hingga petang, petugas masih berada di lokasi untuk melakukan pendinginan. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang kembali memicu kebakaran.

Untuk penyebab kebakaran, Damkar belum dapat memberikan kesimpulan. Eko mengatakan dugaan mengenai sumber api, termasuk kemungkinan gangguan kelistrikan, masih harus menunggu proses penyelidikan.
“Penyebabnya masih dalam penyelidikan. Untuk memastikan penyebabnya nanti menjadi kewenangan pihak kepolisian,” ujarnya.
Kebakaran gudang tersebut juga menjadi kejadian besar pertama yang ditangani Damkar pada Agustus. Berdasarkan catatan Damkar, hingga Juni 2026 terdapat 42 laporan kebakaran. Sebanyak 15 di antaranya merupakan kebakaran lahan, sementara 27 lainnya berkaitan dengan bangunan atau permukiman.
Memasuki Juli, Damkar menerima tiga laporan kebakaran. Namun seluruh kejadian tersebut berukuran relatif kecil dan berhasil dikendalikan pada tahap awal.
“Kalau untuk bangunan dan permukiman, kejadian ini menjadi yang pertama di bulan Agustus. Sebelumnya pada Juli ada tiga kejadian dan semuanya berhasil dikendalikan sejak awal,” ungkap Eko.
Ia menjelaskan, angka kebakaran lahan yang dicatat Damkar dapat berbeda dengan data BPBD. Hal itu berkaitan dengan mekanisme pelaporan dan batas penanganan masing-masing instansi.
Damkar mencatat kebakaran lahan ketika api sudah mendekati permukiman sehingga petugas melakukan tindakan spotting. Sementara kejadian kebakaran lahan secara umum menjadi bagian dari pencatatan BPBD.
“Data kebakaran lahan bisa berbeda karena kami mencatat ketika kebakaran sudah mendekati permukiman dan kami melakukan spotting. Kalau kebakaran bangunan dan permukiman memang masuk wilayah kerja kami,” jelasnya.
Di tengah meningkatnya kejadian kebakaran lahan, Eko mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama menghadapi kondisi cuaca panas dalam beberapa hari terakhir.
Ia menyebut dalam beberapa hari sebelumnya terdapat beberapa titik kebakaran lahan di Tarakan. Bahkan saat penanganan kebakaran gudang berlangsung, Damkar kembali menerima informasi kebakaran lahan di wilayah Juata yang lokasinya mendekati permukiman.
“Cuaca beberapa hari ini cukup panas. Karena itu masyarakat perlu lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di sekitar permukiman,” pungkasnya. (saf)







