TARAKAN, Headlinews.id – Pengelolaan data personel melalui aplikasi internal Polri menjadi salah satu aspek yang mendapat apresiasi di lingkungan Polres Tarakan. Dua personel Bagian Sumber Daya Manusia (SDM), Sat Intelkam, dan Polsek Tarakan Barat memperoleh penghargaan atas keaktifan serta kecepatan dalam mengoperasikan sistem informasi bidang SDM.
Kapolres Tarakan AKBP Bonifasius Rumbewas, S.I.K., menyerahkan penghargaan tersebut dalam apel di Lapangan Polres Tarakan, Senin (2/11/2026). Capaian para penerima dinilai dari pelaksanaan tugas pengisian aplikasi Sistem Informasi Personel Polri (SIPK) dan E-Mental.
Bonifasius mengatakan, ketepatan pengelolaan data personel memiliki peran dalam mendukung pekerjaan administrasi kepolisian. Keaktifan operator dalam memperbarui informasi juga diperlukan agar data yang dikelola setiap satuan tetap sesuai dengan kebutuhan organisasi.
“Kami memberikan apresiasi kepada anggota dan satuan yang sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Pengisian aplikasi ini memang bagian dari pekerjaan administrasi, tetapi pelaksanaannya membutuhkan ketelitian, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Hasil kerja mereka patut dihargai,” ujarnya.
Dari Bag SDM, penghargaan diberikan kepada Bripda Achmad Wildan Ferdiananta dan Bripda Muhammad Ma’rifatullah. Keduanya tercatat sebagai operator teraktif dan tercepat dalam pengisian aplikasi SIPK untuk kategori satuan wilayah Polda Kalimantan Utara.
Sementara Sat Intelkam Polres Tarakan memperoleh penghargaan atas keaktifan dan kecepatan pengisian aplikasi E-Mental pada kategori satuan fungsi di lingkungan Polres Tarakan. Capaian serupa diraih Polsek Tarakan Barat dalam pengoperasian aplikasi SIPK untuk kategori satuan wilayah Polres Tarakan.
Menurut Bonifasius, penggunaan aplikasi dalam pengelolaan SDM berkaitan dengan tertib administrasi dan pembinaan personel. Pekerjaan tersebut membutuhkan keterlibatan operator di setiap bagian agar proses pembaruan informasi dapat berjalan sesuai ketentuan.
“Setiap operator memiliki tanggung jawab terhadap data yang dikelolanya. Jangan sampai pekerjaan administrasi dianggap sebagai tugas tambahan semata, sebab informasi tersebut juga berkaitan dengan pembinaan dan kebutuhan personel di lingkungan kepolisian,” katanya.
Ia berharap capaian empat penerima penghargaan tersebut dapat mendorong satuan lain meningkatkan ketepatan pengisian data dan pelaksanaan tugas administrasi. Menurutnya, kualitas kerja organisasi turut ditentukan oleh konsistensi setiap anggota dalam menyelesaikan tanggung jawabnya.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus bekerja lebih baik. Saya berharap anggota lainnya juga menunjukkan kedisiplinan dan tanggung jawab dalam setiap tugas yang diberikan, sehingga seluruh pekerjaan dapat berjalan maksimal,” tutup Bonifasius. (saf/*)









