TARAKAN, Headlinews.id – Pengelolaan wakaf di Kota Tarakan disiapkan untuk memiliki peran lebih luas dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Setelah ditetapkan sebagai salah satu dari sembilan daerah percontohan Kota Wakaf nasional 2026, Pemerintah Kota Tarakan mulai mematangkan strategi pengembangan agar potensi wakaf dapat memberikan manfaat berkelanjutan.
Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes., mengatakan penetapan tersebut membuka peluang bagi Tarakan untuk mengembangkan sistem pengelolaan wakaf yang lebih produktif. Potensi wakaf dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat kurang mampu sekaligus memperkuat perekonomian umat.
“Terpilihnya Tarakan sebagai salah satu pilot project Kota Wakaf nasional merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan dengan baik. Potensi wakaf cukup besar untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, terutama kaum dhuafa, apabila dikelola secara tepat dan produktif,” ujarnya.
Khairul menjelaskan, pengembangan Kota Wakaf tidak sebatas mengajak masyarakat menunaikan wakaf. Pemerintah daerah juga mendorong pemanfaatan harta benda wakaf agar dapat menghasilkan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
“Selama ini masyarakat lebih mengenal wakaf dalam bentuk tanah atau bangunan untuk kepentingan ibadah. Padahal, wakaf uang juga memiliki peluang untuk dikembangkan melalui pengelolaan produktif. Potensi ini perlu dimaksimalkan agar manfaatnya bisa menjangkau lebih banyak masyarakat,” katanya.
Menurutnya, pengelolaan wakaf membutuhkan dukungan lembaga yang memiliki kapasitas dan tata kelola memadai. Profesionalisme, transparansi, serta keberlanjutan pengelolaan menjadi aspek yang harus diperkuat agar aset wakaf dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
“Aset wakaf harus dijaga dengan baik dan dikelola secara profesional. Pengelolaannya juga harus transparan sehingga masyarakat memiliki kepercayaan untuk berpartisipasi. Dengan tata kelola yang tepat, aset tersebut dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” ungkapnya.
Persiapan implementasi program tersebut dibahas dalam rapat koordinasi bersama Wakil Wali Kota Tarakan Ibnu Saud Is., Senin (2/11/2026), di Ruang Rapat Wali Kota Tarakan.
Pertemuan itu melibatkan Kementerian Agama Kota Tarakan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kota Tarakan, Asisten I Setda, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Khairul menyebut, kolaborasi antarlembaga dibutuhkan untuk memperkuat ekosistem wakaf di Tarakan. Sejumlah agenda yang disiapkan mencakup pemberdayaan dan pengembangan harta benda wakaf, pembinaan nazhir atau pengelola wakaf, serta peningkatan pemahaman masyarakat.
“Nazhir memiliki tanggung jawab besar dalam pengelolaan wakaf. Kemampuan mereka harus terus ditingkatkan agar aset yang dipercayakan dapat dikelola dengan baik, dikembangkan secara produktif, dan tetap sesuai ketentuan,” jelasnya.
Ia juga menilai peningkatan literasi masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program Kota Wakaf. Pemahaman mengenai wakaf uang maupun pengembangan tanah wakaf diharapkan semakin luas sehingga partisipasi masyarakat dapat tumbuh.
“Masyarakat perlu mendapatkan pemahaman lebih luas mengenai berbagai bentuk wakaf. Dengan informasi yang tepat, semakin banyak warga yang dapat berpartisipasi. Pengelolaan wakaf yang baik akan membuka peluang manfaat ekonomi dan sosial yang lebih besar,” tuturnya.
Program Kota Wakaf merupakan inisiatif Kementerian Agama RI bersama Badan Wakaf Indonesia untuk mengoptimalkan pengelolaan wakaf sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi. Tarakan terpilih sebagai satu dari sembilan daerah berdasarkan hasil penilaian tim seleksi Program Kota Wakaf Nasional Tahun 2026.
Khairul berharap pelaksanaan program tersebut dapat menghasilkan pola pengelolaan wakaf yang memberikan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Target kita, pengembangan Kota Wakaf tidak berhenti pada deklarasi. Harus ada pengelolaan yang berjalan, aset yang produktif, serta manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Dengan kerja sama seluruh pihak, potensi wakaf di Tarakan dapat dikembangkan secara maksimal,” tutupnya. (saf/*)










