SANGATTA, Headlinews.id – Sebanyak 1.418 atlet dari 28 kontingen mulai memperebutkan gelar juara dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IV Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kalimantan Timur (Kaltim) 2026. Kompetisi olahraga antaraparatur sipil negara (ASN) tersebut berlangsung di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, pada 1–7 November dengan mempertandingkan 12 cabang olahraga (cabor).
Peserta berasal dari pemerintah kabupaten/kota serta instansi tingkat provinsi. Mereka akan bersaing selama tujuh hari untuk menunjukkan kemampuan masing-masing sekaligus membawa nama instansi yang diwakili. Gelaran ini juga menghadirkan perebutan piala bergilir dengan desain terbaru yang diperkenalkan saat pembukaan.
“Setiap daerah tentu membawa atlet terbaiknya. Saya berharap seluruh peserta bisa menunjukkan kemampuan secara maksimal. Persaingan di lapangan harus berjalan sehat dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud saat membuka kejuaraan tersebut.
Rudy mengatakan, pertemuan ASN dari berbagai kabupaten dan kota dalam satu kompetisi turut memberikan ruang untuk membangun hubungan antarpemerintah daerah. Interaksi selama pertandingan diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan kebersamaan di lingkungan KORPRI Kaltim.
“Kegiatan ini mempertemukan ASN dari berbagai kabupaten dan kota. Kesempatan seperti ini bagus untuk membangun komunikasi, saling mengenal, serta memperkuat hubungan antarsesama pegawai pemerintahan,” katanya.
Ia juga berharap kejuaraan tersebut dapat menghasilkan atlet-atlet potensial dari kalangan ASN. Kemampuan yang ditunjukkan selama pertandingan diharapkan dapat dikembangkan untuk menghadapi kejuaraan dengan tingkatan lebih tinggi.
“Saya berharap dari pertandingan ini muncul atlet-atlet yang memiliki kemampuan bagus. Jangan hanya puas dengan hasil yang dicapai sekarang, tetapi terus tingkatkan kemampuan agar bisa bersaing pada kejuaraan berikutnya,” ungkapnya.
Selain jumlah peserta dan cabang olahraga yang dipertandingkan, pembukaan Porprov IV KORPRI Kaltim turut ditandai dengan pengenalan desain baru piala bergilir. Trofi tersebut akan diperebutkan seluruh kontingen sebagai lambang pencapaian tertinggi dalam klasemen akhir kejuaraan.
Desain terbaru piala bergilir mengangkat unsur profesionalisme dan jiwa korsa KORPRI. Kehadiran trofi tersebut turut menambah persaingan antarkontingen dalam upaya mengumpulkan prestasi dari seluruh cabang olahraga.
Rudy mengingatkan para atlet agar tidak menganggap remeh proses persiapan. Menurutnya, pencapaian dalam pertandingan sangat ditentukan oleh kedisiplinan dan kesungguhan menjalani latihan sebelum kompetisi dimulai.
“Menang dan kalah merupakan bagian dari pertandingan. Atlet harus siap menerima hasilnya, menghormati lawan, dan tetap menjaga sikap selama kompetisi berlangsung,” katanya.
Ia kembali menekankan pentingnya persiapan dalam mengejar prestasi. “Tidak ada yang bisa sukses tanpa persiapan. Tidak ada yang sukses dengan santai, dan tidak ada yang santai itu bisa sukses,” pungkasnya. (*)










