BALIKPAPAN, Headlinews.id – Pembekalan selama tiga hari diharapkan memberi bekal bagi 320 peserta untuk ikut menanamkan semangat kebangsaan di lingkungan masing-masing. Latihan Kader Bela Negara Tingkat Pratama Tahun 2026 itu resmi ditutup Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Andy Setyawan di Balikpapan, Kamis (5/11/2026).
Peserta yang berasal dari kalangan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas tersebut mendapatkan materi mengenai cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, kesetiaan terhadap Pancasila, serta kerelaan berkorban untuk bangsa dan negara.
Andy menilai latar belakang peserta yang beragam dapat memperluas penyampaian nilai kebangsaan. Masing-masing memiliki lingkungan sosial dan ruang pengabdian yang bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkan semangat persatuan.
“Peserta yang mengikuti latihan ini datang dari lingkungan berbeda. Ada tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, perwakilan organisasi dan komunitas. Mereka punya ruang pengabdian masing-masing, sehingga pengetahuan yang diperoleh bisa dibagikan kembali kepada orang-orang di sekitarnya,” ujar Andy.
Ia juga mengingatkan peserta agar penerapan Bela Negara tidak hanya dipahami dalam konteks pertahanan secara fisik. Menjaga kerukunan, menghormati perbedaan, mematuhi aturan, serta ikut menciptakan lingkungan yang aman merupakan bagian dari sikap cinta tanah air.
“Bela Negara bisa dilakukan dari hal-hal sederhana. Ketika seseorang ikut menjaga kerukunan, menghargai perbedaan, peduli terhadap lingkungan, dan menjalankan tanggung jawabnya sebagai warga negara, di situ nilai Bela Negara diterapkan,” katanya.
Menurut Andy, keberadaan kader dari berbagai unsur masyarakat juga dapat memperkuat komunikasi lintas kelompok. Hubungan yang terbangun selama pelatihan diharapkan tetap terpelihara sehingga para peserta dapat saling bertukar informasi dan mengembangkan kegiatan positif setelah kembali ke daerah masing-masing.
“Jangan sampai setelah kegiatan selesai, komunikasi antarpeserta ikut terputus. Tetap jaga hubungan, saling bertukar informasi, dan bangun kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan. Jaringan yang terbentuk selama pelatihan bisa terus dikembangkan,” ungkapnya.
Selain pembekalan kebangsaan, Andy turut membuka peluang bagi peserta berusia di bawah 26 tahun yang tertarik mengabdikan diri di bidang militer. Mereka dipersilakan mengikuti seleksi penerimaan Bintara dan Tamtama TNI Angkatan Darat gelombang I Tahun Anggaran 2027 sesuai persyaratan yang berlaku.
“Bagi peserta yang masih berusia di bawah 26 tahun dan tertarik mengabdi sebagai prajurit, silakan mengikuti proses penerimaan Bintara atau Tamtama TNI AD. Kesempatan ini bisa dimanfaatkan generasi muda yang memiliki semangat pengabdian dan kesiapan mengikuti pendidikan militer,” jelasnya.
Penutupan latihan berlangsung di Aula Ahmad Yani 600/Modang, Balikpapan. Upacara tetap dilaksanakan meskipun hujan mengguyur kawasan tersebut, dengan Kasdam VI/Mulawarman bertindak sebagai inspektur upacara.
Kegiatan itu turut dihadiri Kapus Bacadnas Brigjen TNI Parluhutan Marpaung, S.I.P., M.Han., Kabid Lingmas Bela Negara Puscadnas/Bacadnas Kemhan RI Kolonel Inf. Ruddy Hermawan, S.H., S.I.P., Kasiter Korem 091/Aji Surya Natakesuma Kolonel Inf. Aat Supriatna, serta sejumlah pejabat TNI, Polri, pemerintah daerah, dan unsur terkait lainnya.
Andy berharap para peserta dapat memperlihatkan hasil pembekalan melalui tindakan nyata, terutama dalam membangun hubungan sosial yang rukun dan menjaga persatuan di lingkungan masing-masing.
“Setelah kembali ke masyarakat, tunjukkan semangat Bela Negara dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari diri sendiri, keluarga, organisasi, sampai lingkungan sekitar. Jadilah contoh yang baik dan ikut menjaga persatuan,” pungkasnya. (*/saf)










