BALIKPAPAN, Headlinews.id – Sebanyak 320 peserta Latihan Kader Bela Negara Tingkat Pratama Tahun Anggaran 2026 mengikuti kegiatan outbound di Balikpapan, Kamis (5/11/2026). Rangkaian kegiatan pada hari terakhir pelatihan ini diarahkan untuk mengasah kepemimpinan, membangun solidaritas, serta melatih kemampuan peserta menghadapi tantangan secara berkelompok.
Kegiatan yang dipandu pelatih dari Dodikjur Rindam VI/Mulawarman tersebut menghadirkan sejumlah permainan dan simulasi kelompok. Setiap tantangan dirancang untuk melatih komunikasi, ketangkasan, keberanian mengambil keputusan, serta kemampuan peserta dalam menyatukan langkah demi mencapai tujuan bersama.
Antusiasme 320 peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti setiap instruksi pelatih dan berupaya menyelesaikan tantangan yang diberikan. Kapus Bela Negara Badan Cadnas Kemhan RI, Brigjen TNI Luhut Marpaung, S.I.P., M.Han., mengatakan kegiatan outbound memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam membangun kekompakan dan memahami tanggung jawab di dalam kelompok.
“Kalau kita melihat pelaksanaan outbound hari ini, peserta mendapatkan banyak pengalaman tentang bagaimana bekerja sama dalam sebuah tim. Mereka dihadapkan pada berbagai tantangan yang tidak bisa diselesaikan sendiri. Di sinilah mereka belajar berkomunikasi, saling percaya, dan memahami peran masing-masing. Kami ingin pengalaman ini membentuk karakter mereka agar lebih disiplin dan memiliki jiwa kepemimpinan,” ujarnya.
Menurut Luhut, kemampuan memimpin juga perlu dibarengi kesediaan untuk mendengarkan dan menghargai orang lain. Dalam sebuah kelompok, setiap anggota memiliki tanggung jawab yang saling berkaitan sehingga keberhasilan menyelesaikan tantangan membutuhkan koordinasi dan rasa tanggung jawab bersama.
“Dalam setiap kelompok, tentu ada situasi yang membutuhkan seseorang untuk mengambil keputusan dan mengarahkan anggota lainnya. Dari kegiatan ini, peserta belajar memimpin sekaligus belajar dipimpin. Keduanya membutuhkan kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan kemampuan menghargai pendapat orang lain,” katanya.
Ia juga menilai solidaritas menjadi salah satu nilai yang harus terus dibangun oleh para kader. Kemampuan memberikan dukungan kepada sesama anggota kelompok mencerminkan kepedulian dan semangat kebersamaan yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Keberhasilan sebuah tim tidak ditentukan oleh kemampuan satu orang saja. Semua anggota memiliki peran dan kontribusi. Ketika ada yang menghadapi kesulitan, anggota lainnya harus bisa memberikan dukungan. Semangat saling membantu inilah yang perlu terus dibangun dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Luhut menambahkan, penerapan bela negara memiliki cakupan luas dan dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan dalam kehidupan sehari-hari. Menjaga persatuan, menghormati perbedaan, menjalankan tanggung jawab, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan merupakan bagian dari pengamalan nilai kebangsaan.
“Bela negara tidak selalu diwujudkan melalui kegiatan yang bersifat militer. Menjalankan tanggung jawab dengan baik, menjaga persatuan, menghormati sesama, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat juga merupakan bentuk nyata bela negara. Kami berharap peserta memahami nilai tersebut dan menerapkannya setelah kembali ke lingkungan masing-masing,” ungkapnya.
Ia berharap pengalaman selama mengikuti latihan dapat memperkuat karakter peserta, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan di lingkungan keluarga, pekerjaan, maupun masyarakat.
“Kader bela negara harus memiliki karakter yang kuat, tidak mudah menyerah, serta mampu menghadapi berbagai tantangan. Kami ingin mereka tumbuh dengan rasa percaya diri, integritas, dan kepedulian terhadap lingkungan. Pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan akan lebih bermakna apabila diwujudkan dalam perilaku sehari-hari,” tuturnya.
Pelaksanaan outbound sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempraktikkan nilai-nilai dasar bela negara yang telah diperoleh selama pelatihan. Materi tersebut mencakup cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, kesetiaan terhadap Pancasila sebagai ideologi negara, kerelaan berkorban bagi bangsa dan negara, serta kemampuan awal bela negara.
“Setelah seluruh rangkaian latihan selesai, saya berharap peserta membawa pengalaman ini ke lingkungan masing-masing. Tunjukkan kedisiplinan, jaga persaudaraan, hormati perbedaan, dan berikan kontribusi positif bagi masyarakat. Jadilah kader yang mampu memberikan teladan serta ikut menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya. (*)








