Minggu, Oktober 11, 2026
Headlinews.id
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
HealthNews
No Result
View All Result
Home KALTARA

Sudah Mandiri, Desa Wisata Nglanggeran Masih Butuh Dukungan Infrastruktur

by Redaksi 2
12 September 2026
in KALTARA
A A
Sudah Mandiri, Desa Wisata Nglanggeran Masih Butuh Dukungan Infrastruktur

Hj. Rahmawati berdiskusi dengan pengelola Desa Wisata Nglanggeran terkait kebutuhan pengembangan kawasan wisata.

GUNUNGKIDUL, Headlinews.id – Status Desa Wisata Nglanggeran sebagai desa wisata mandiri belum membuat kebutuhan pembangunan di kawasan tersebut berhenti. Infrastruktur dasar, promosi, akses pasar hingga peningkatan kapasitas pengelola masih diperlukan agar aktivitas pariwisata berbasis masyarakat dapat terus berkembang.

Anggota Komisi VII DPR RI Hj. Rahmawati, S.H. melihat kebutuhan tersebut perlu mendapat perhatian dalam kebijakan pemerintah.

Menurutnya, keberhasilan desa wisata meningkatkan status dari rintisan hingga mandiri semestinya diikuti pola pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah.

BACA JUGA
  • APBD Perubahan Kaltara 2026 Tetapkan Belanja Rp2,368 Triliun
  • Kaltara Hadapi Kesenjangan Layanan Metrologi di Pedalaman dan Perbatasan
  • Kwarda Kaltara Mulai Siapkan Jamda Pertama di Bulungan

“Ketika sebuah desa sudah mampu mencapai status mandiri, bukan berarti seluruh kebutuhannya selesai. Justru di tahap itu kita perlu melihat apa yang masih mereka perlukan supaya usaha pariwisata yang sudah tumbuh tidak berhenti dan bisa berkembang lebih jauh,” kata Rahmawati saat menyerap aspirasi pengelola Desa Wisata Nglanggeran, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Salah satu persoalan konkret berada pada infrastruktur pendukung. Penerangan jalan di kawasan wisata menjadi kebutuhan karena berkaitan langsung dengan akses, keamanan serta kenyamanan wisatawan ketika berada di kawasan tersebut.

Rahmawati menilai pembangunan pariwisata tidak cukup diukur dari kenaikan status desa wisata. Pemerintah juga perlu melihat kemampuan desa mempertahankan kualitas pengelolaan sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi warga.

“Ukuran keberhasilan jangan berhenti pada pemberian status mandiri. Kita perlu melihat apakah masyarakat tetap mendapatkan manfaat, apakah kunjungan wisata berkembang, pelaku usaha lokal ikut bergerak, dan fasilitas pendukungnya mampu mengikuti kebutuhan wisatawan,” ujarnya.

Menurut dia, dukungan pemerintah dapat diberikan dalam berbagai bentuk sesuai persoalan yang dihadapi desa. Promosi destinasi, pelatihan sumber daya manusia, digitalisasi, pembangunan infrastruktur, akses pasar dan pengembangan UMKM dapat menjadi bagian dari dukungan tersebut.

Baca Juga  Harga Plastik Melonjak, Distributor Tarakan Tertekan Modal

Pola dukungan itu dinilai penting karena kegiatan wisata di Nglanggeran tidak berdiri sendiri. Pergerakan wisatawan ikut menghidupkan usaha kuliner, kerajinan, homestay, transportasi serta aktivitas ekonomi kreatif masyarakat setempat.

“Desa wisata mandiri tetap membutuhkan lingkungan kebijakan yang mendukung. Pemerintah tidak harus selalu hadir dalam bentuk bantuan anggaran, tetapi bisa membuka akses promosi, pasar, pelatihan dan kerja sama sehingga masyarakat punya ruang lebih besar untuk mengembangkan usahanya,” tutur Rahmawati.

Ia juga mendorong adanya indikator yang lebih jelas dalam menentukan perkembangan desa wisata. Dengan ukuran yang terukur dan transparan, pemerintah dapat mengetahui bentuk dukungan yang tepat ketika sebuah desa berpindah dari satu tingkatan ke tingkatan berikutnya.

Aspirasi pengelola Desa Wisata Nglanggeran tersebut akan disampaikan Rahmawati dalam pembahasan bersama Kementerian Pariwisata. Ia berharap kebutuhan di tingkat desa tidak berhenti sebagai catatan hasil kunjungan kerja.

“Masukan dari pengelola di lapangan harus kita bawa ke pembahasan kebijakan. Kami akan menyampaikan kebutuhan tersebut kepada Kementerian Pariwisata dan melihat tindak lanjutnya, terutama untuk persoalan infrastruktur serta pengembangan kapasitas desa,” jelasnya.

Rahmawati menilai Nglanggeran menunjukkan bahwa masyarakat dapat menjadi penggerak utama kegiatan pariwisata ketika potensi lokal dikelola secara konsisten. Perputaran ekonomi dari wisata kemudian dapat menyebar ke berbagai usaha milik warga.

“Pariwisata harus memberi ruang besar bagi masyarakat setempat untuk menjadi pelaku. Ketika wisatawan datang, manfaatnya jangan berhenti pada destinasi, tetapi ikut menggerakkan kuliner, kerajinan, homestay, transportasi dan usaha lainnya. Dari situ dampak ekonominya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” pungkasnya. (saf/*)

 

Tags: Desa Wisata MandiriDesa Wisata NglanggeranEkonomi KreatifGunungkidulinfrastruktur pariwisataKementerian PariwisataKomisi VII DPR RIPariwisataRahmawatiUMKMwisata berbasis masyarakat
Advertisement Banner

Baca Juga

Enam Orang Dibawa ke Tahap Asesmen Usai Operasi Narkoba di Tarakan
KALTARA

Enam Orang Dibawa ke Tahap Asesmen Usai Operasi Narkoba di Tarakan

10 Oktober 2026
Rahmawati Tekankan Peran Generasi Muda dalam Jaga NKRI
KALTARA

Rahmawati Tekankan Peran Generasi Muda dalam Jaga NKRI

10 Oktober 2026
Zainal Paliwang Buka Diklat Laskar Gerindra, Kader Disiapkan ke Hambalang
KALTARA

Zainal Paliwang Buka Diklat Laskar Gerindra, Kader Disiapkan ke Hambalang

10 Oktober 2026
Polda Kaltara Gelar Kegiatan “Jum’at Curhat” Bersama Warga Desa Bumi Rahayu
KALTARA

Polda Kaltara Gelar Kegiatan “Jum’at Curhat” Bersama Warga Desa Bumi Rahayu

9 Oktober 2026
Fasilitas Ramah Disabilitas dan Kanal Digital Antar BI Kaltara Raih Penghargaan
KALTARA

Fasilitas Ramah Disabilitas dan Kanal Digital Antar BI Kaltara Raih Penghargaan

9 Oktober 2026
Perundungan di Sekolah Jarang Dilaporkan, Ombudsman Kaltara Bahas Kelompok Pendamping
KALTARA

Perundungan di Sekolah Jarang Dilaporkan, Ombudsman Kaltara Bahas Kelompok Pendamping

9 Oktober 2026
Next Post
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kebijakan Harga BBM Berjalan Sesuai Kebijakan Pemerintah

Pertamina Patra Niaga Pastikan Kebijakan Harga BBM Berjalan Sesuai Kebijakan Pemerintah

Satbrimob Polda Kaltara Salurkan Air Bersih kepada Masyarakat di Pantai Amal Tarakan

Satbrimob Polda Kaltara Salurkan Air Bersih kepada Masyarakat di Pantai Amal Tarakan

Tarakan Gelar Salat Istisqa, Wali Kota Khairul Ajak Perbanyak Doa

Tarakan Gelar Salat Istisqa, Wali Kota Khairul Ajak Perbanyak Doa

Berita Populer

  • Kredit Rp759 Miliar Seret Group Head BRI Agro dan Dirut PT SSP Jadi Tersangka

    Kredit Rp759 Miliar Seret Group Head BRI Agro dan Dirut PT SSP Jadi Tersangka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima Peserta Berebut Kursi Sekda Nunukan, Asesmen Digelar di LAN Makassar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kongkalikong BRI Agro dan PT SSP, Dugaan “Cash Back” Mengalir di Kredit Rp759 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Tersangka Kredit Fiktif Bankaltimtara Diserahkan ke Jaksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KONI Ajukan Rp8,9 Miliar untuk Porprov, Dispora Kaltara Verifikasi Rp3,5 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Headlinews.id

Kami merupakan portal berita online yang berdiri pada tahun 2024, berkomitmen untuk menghadirkan berita dan informasi terkini yang akurat, kredibel, dan berimbang.

Tentang Kami

  • Kontak
  • Redaksi
  • Tentang kami
  • Pedoman Media Siber

Menu

  • Balikpapan
  • Berau
  • BERITA
  • Bontang
  • Bulungan
  • DPRD bulungan
  • Ekonomi
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • KALTARA
  • KALTIM
  • Kesehatan
  • KRIMINAL
  • Kutai Barat
  • Kutai Kertanegara
  • Malinau
  • NASIONAL
  • Nunukan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemprov Kaltara
  • Pemprov Kaltim
  • Penajam Paser Utara
  • Pendidikan
  • PILKADA
  • POLITIK
  • Samarinda
  • Sosial Budaya
  • Tana Tidung
  • Tarakan
  • TEKNOLOGI

© 2023 PT. Borneo Media Grup.

No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini

© 2023 PT. Borneo Media Grup.