TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Kepala desa diminta tidak bekerja sendiri dalam menjaga keamanan wilayah. Polresta Bulungan menilai keberhasilan menciptakan situasi yang kondusif bergantung pada koordinasi yang kuat antara pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa sebagai tiga pilar di tingkat desa.
Pesan itu mengemuka dalam Retreat Kepala Desa se-Kabupaten Bulungan Tahun 2026 yang diikuti 74 kepala desa di BKPSDM Kabupaten Bulungan. P.S. Kasat Binmas Polresta Bulungan, IPTU Yudi Haryanta, hadir sebagai narasumber pada kegiatan bertema Merajut Masa Depan Desa, Membangun Bulungan Berdaulat.
Yudi menilai kepala desa menjadi pihak yang paling mengetahui dinamika di wilayahnya. Setiap persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan sebaiknya segera dikoordinasikan dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa agar dapat ditangani sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
“Jangan menunggu masalah menjadi besar. Begitu ada persoalan di masyarakat, segera bangun komunikasi dan koordinasi sehingga dapat dicari jalan keluar bersama sebelum berdampak lebih luas,” ujarnya.
Ia menilai sinergi tiga pilar tidak hanya berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung kelancaran pelaksanaan program pembangunan di desa.
Situasi yang aman, kata dia, akan memudahkan pemerintah desa memberikan pelayanan sekaligus menjalankan berbagai agenda pembangunan.
Selain itu, koordinasi yang terbangun dengan baik juga dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
Langkah tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan menunggu persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih sulit diselesaikan.
“Kalau kepala desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa berjalan seirama, stabilitas wilayah akan lebih mudah dijaga. Kondisi itu menjadi modal penting agar setiap program pembangunan dapat berjalan dengan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Yudi berharap pola koordinasi tersebut terus diperkuat di seluruh desa di Kabupaten Bulungan. Menurutnya, kolaborasi tiga pilar menjadi salah satu kunci dalam menjaga situasi tetap kondusif sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
“Kalau koordinasi terus berjalan, bukan hanya keamanan yang terjaga. Masyarakat juga akan merasa lebih terlindungi dan pemerintah desa bisa lebih fokus menjalankan program pembangunan tanpa terganggu persoalan kamtibmas,” pungkasnya. (saf)










