TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Olahraga tradisional di Kabupaten Bulungan perlu terus dikenalkan kepada pelajar sebagai bagian dari aktivitas fisik sekaligus pembinaan karakter.
Bupati Bulungan Syarwani mengatakan permainan tradisional memiliki banyak unsur yang dapat membentuk sikap anak. Kerja sama, gotong royong, kekompakan, ketangkasan, keberanian, kejujuran dan sportivitas muncul dalam proses bermain maupun bertanding.
“Kalau anak-anak bermain bersama, mereka belajar banyak hal. Ada kerja sama, keberanian, kekompakan sampai bagaimana menghargai teman dan lawan,” kata Syarwani.
Menurutnya, perkembangan teknologi membuat pilihan hiburan anak semakin beragam dan sebagian besar dapat diakses melalui perangkat digital. Kondisi tersebut membuat aktivitas permainan tradisional di lingkungan anak perlu kembali diperkenalkan, termasuk sebagai bagian dari pengenalan budaya daerah.
Syarwani mengatakan pertandingan juga memberi pengalaman bagi pelajar untuk membangun relasi dengan teman sebaya. Kemenangan tetap menjadi bagian dari prestasi, tetapi proses bertanding mengajarkan sikap menerima hasil dan menghargai peserta lain.
“Menang tentu menyenangkan, tetapi anak-anak juga harus tahu bagaimana menghargai lawan. Kalau kalah, jangan langsung merasa gagal karena dari situ mereka bisa belajar,” ujarnya.
Ia meminta kekalahan tidak membuat pelajar berhenti mencoba. Setiap pertandingan dapat digunakan untuk melihat kekurangan dan menjadi bahan latihan berikutnya.
“Kalah itu bagian dari pertandingan. Evaluasi saja apa yang masih kurang, kemudian latihan lagi. Dari pengalaman seperti itu mental anak juga terbentuk,” katanya.
Syarwani juga mengajak sekolah, guru dan orang tua memberi ruang lebih luas bagi pelajar untuk mengikuti kegiatan olahraga, seni, budaya maupun aktivitas kepemudaan. Pembinaan tersebut dapat berjalan berdampingan dengan pendidikan formal.
“Anak-anak jangan hanya beraktivitas di sekolah dan belajar. Mereka juga perlu ruang untuk olahraga, berkesenian dan mengenal budaya, supaya perkembangan mereka lebih seimbang,” ujarnya.
Lomba olahraga tradisional tingkat pelajar SMP sederajat di Bulungan turut menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali permainan tersebut. Kegiatan itu digelar dalam rangkaian Hari Jadi Kota Tanjung Selor ke-236 dan Hari Jadi Kabupaten Bulungan ke-66 Tahun 2026.
Syarwani berharap permainan tradisional tidak hanya muncul ketika ada perlombaan atau perayaan daerah. Sekolah dan lingkungan masyarakat dapat ikut menghidupkan kembali permainan tersebut sebagai aktivitas yang dekat dengan keseharian anak.
“Kalau permainan tradisional terus dimainkan, anak-anak akan semakin mengenalnya. Jadi bukan hanya saat ada lomba, tetapi bisa menjadi kegiatan yang mereka lakukan bersama,” pungkasnya. (rn)










