TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Sebanyak 3.500 pedayung dari Kalimantan Utara (Kaltara) dan Kalimantan Timur (Kaltim) meramaikan Festival Sungai Kayan 2026 yang berlangsung pada 14–17 Oktober. Sebanyak 122 perahu dari berbagai kelas turut ambil bagian dalam ajang tahunan tersebut, sekaligus memperkuat upaya pelestarian tradisi dayung masyarakat Bulungan.
Bupati Bulungan Syarwani mengapresiasi keterlibatan peserta dari luar daerah, terutama Kabupaten Berau, Kaltim. Partisipasi tersebut memperluas pertemuan antarpedayung sekaligus menunjukkan festival ini menarik minat masyarakat dari berbagai wilayah.
“Peserta dari Berau ikut hadir dan memeriahkan festival ini. Partisipasi mereka menunjukkan tradisi dayung di Bulungan memiliki daya tarik bagi masyarakat dari daerah lain. Kehadiran seluruh peserta tentu kami sambut baik,” ujar Syarwani.
Menurut Syarwani, perlombaan dayung juga menjadi ruang pertemuan masyarakat lintas daerah. Interaksi antarpeserta dapat mempererat hubungan sekaligus menjaga tradisi yang telah lama berkembang di Bulungan.
“Festival ini menjadi ruang bagi para pedayung dari berbagai daerah untuk bertemu dan mempererat persaudaraan. Pada saat yang sama, tradisi dayung yang sudah lama berkembang di Bulungan bisa terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Syarwani.
Jumlah peserta yang mencapai sekitar 3.500 orang dengan 122 perahu dari berbagai kelas memperlihatkan besarnya keterlibatan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bulungan pun terus membenahi penyelenggaraan agar kualitas festival meningkat dan jangkauan promosinya semakin luas.
Syarwani menyebut, pelaksanaan tahun ini menghadirkan sejumlah penambahan. Pengembangan akan dilanjutkan pada penyelenggaraan berikutnya agar Festival Sungai Kayan semakin dikenal dan mampu memperkenalkan budaya Bulungan kepada masyarakat di luar daerah.
“Pembenahan akan terus dilakukan. Tahun ini ada beberapa tambahan dalam penyelenggaraan. Harapannya, festival ini semakin baik dan budaya Bulungan bisa dikenal oleh masyarakat yang lebih luas,” katanya.
Perluasan promosi hingga tingkat nasional, lanjut Syarwani, membutuhkan upaya berkelanjutan. Selama tiga tahun berturut-turut, festival tersebut telah menjadi agenda rutin pemerintah daerah dan akan terus dikembangkan, terlepas dari statusnya dalam kalender resmi Kementerian Pariwisata.
“Festival Sungai Kayan sudah menjadi agenda rutin pemerintah daerah dan akan terus dikembangkan. Untuk memperkenalkannya lebih luas, penyelenggaraan harus dijaga secara konsisten dan kualitasnya terus ditingkatkan,” ungkapnya.
Syarwani berharap festival ini semakin memperkuat pelestarian tradisi dayung sekaligus mengangkat daya tarik wisata Kabupaten Bulungan. Keterlibatan peserta dari berbagai daerah diharapkan memperluas pengenalan budaya lokal dan menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap warisan daerah.
“Tradisi dayung ini harus tetap terjaga dan semakin dikenal luas. Festival Sungai Kayan diharapkan terus menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik budaya dan pariwisata Kabupaten Bulungan,” pungkas Syarwani. (rn)










