TARAKAN, Headlinews.id – Minat siswa terhadap jurusan berbasis kreatif dan teknologi di SMK Negeri 4 Tarakan terus meningkat, meski sekolah masih menghadapi keterbatasan sarana pembelajaran yang belum sepenuhnya memadai.
Peningkatan minat tersebut terlihat dari jumlah peserta didik yang kini mencapai 773 orang dan terus bertambah setiap tahun. Untuk tahun ajaran baru mendatang, sekolah tetap membuka tujuh rombongan belajar (rombel) guna mengakomodasi pendaftar.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMK Negeri 4 Tarakan, Sudirman mengatakan tren minat siswa cenderung mengarah pada jurusan berbasis kreatif dan teknologi.
“Kalau untuk peminat, kemarin itu yang paling banyak di DKV, kemudian TKJ. Biasanya memang DKV ini cepat penuh dibanding jurusan lain,” ujarnya.
Saat ini, sekolah memiliki empat program keahlian, yakni Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Desain Komunikasi Visual (DKV), dan Animasi.
“Kalau dilihat sekarang, memang kecenderungan anak-anak itu ke arah yang kreatif dan berbasis digital. Jadi jurusan seperti DKV dan yang berkaitan dengan IT itu lebih banyak diminati,” jelasnya.
Di tengah tingginya minat tersebut, keterbatasan fasilitas masih menjadi tantangan. Seluruh kegiatan belajar mengajar saat ini dilaksanakan pada pagi hari dengan memanfaatkan ruang yang tersedia secara maksimal.
“Dengan kondisi ruang yang ada, kami maksimalkan semuanya supaya KBM tetap berjalan. Alhamdulillah sekarang semua siswa bisa masuk pagi,” katanya.
Meski demikian, kondisi ruang belajar diakui belum sepenuhnya nyaman. Namun, siswa tetap mampu beradaptasi dengan situasi yang ada.
“Kalau dibilang nyaman, ya sebenarnya belum juga. Cuma anak-anak sudah mulai terbiasa dengan kondisi itu, jadi tetap mengikuti pembelajaran seperti biasa,” ujarnya.
Dari sisi fasilitas penunjang, seluruh jurusan telah memiliki laboratorium masing-masing. Penambahan bangunan laboratorium pada 2025 turut meningkatkan kapasitas, meskipun pemanfaatannya belum sepenuhnya optimal karena kendala teknis.
“Untuk lab sebenarnya sudah ada di semua jurusan, bahkan kemarin 2025 ada penambahan. Cuma memang belum bisa difungsikan sepenuhnya karena masih ada penambahan daya listrik,” jelasnya.
Sebagai salah satu SMK negeri di Tarakan, sekolah ini juga ditetapkan sebagai pusat pengembangan bidang teknologi informasi (IT) oleh Dinas Pendidikan.
“Di Tarakan ini ada beberapa SMK negeri dan masing-masing sudah dibagi fokusnya. Untuk yang IT, memang pusatnya diarahkan ke SMK 4,” katanya.
Dengan meningkatnya minat siswa setiap tahun, pihak sekolah berharap dukungan fasilitas dapat terus ditingkatkan agar pembelajaran, khususnya yang berbasis praktik, dapat berjalan lebih optimal.
“Harapannya fasilitas bisa terus dilengkapi, supaya pembelajaran, terutama yang praktik, bisa berjalan lebih maksimal sesuai kebutuhan jurusan,” pungkasnya. (saf)










