TARAKAN, Headlinews.id – Upaya pemberantasan peredaran narkotika di Kota Tarakan kembali mengungkap pola lama yang terus berkembang. Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tarakan menemukan titik baru yang diduga digunakan sebagai lokasi transaksi sabu dengan modus lubang tersembunyi di kawasan Selumit Pantai.
Temuan tersebut diperoleh saat tim melakukan penyisiran di wilayah Timbunan RT 12, Kelurahan Selumit Pantai, Tarakan Tengah, Senin (27/4/2026). Kawasan ini selama ini masuk dalam peta daerah rawan peredaran narkotika dan rutin menjadi sasaran operasi.
Ketua Tim Pemberantasan BNNK Tarakan, Agus Andi Suprayitno, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil pemantauan lapangan serta informasi yang dihimpun sebelumnya. Tim memilih jalur masuk yang tidak biasa untuk menghindari perhatian.
“Kami bergerak berdasarkan pemetaan dan laporan yang sudah kami kumpulkan. Strategi masuk juga kami sesuaikan agar tidak mudah terdeteksi oleh pihak-pihak yang mungkin memantau,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Saat tiba di lokasi, petugas mendapati sejumlah orang yang tengah berkumpul di sekitar area permukiman. Kondisi tersebut sempat memicu kecurigaan, namun setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan kaitan dengan aktivitas narkotika.
“Beberapa orang sempat kami periksa karena situasinya dianggap tidak biasa. Namun setelah dicek, tidak ada barang bukti dan mereka hanya warga sekitar,” jelasnya.
Tim kemudian melanjutkan penelusuran ke titik yang sebelumnya dicurigai. Dari hasil pencarian, petugas menemukan sebuah lubang yang diduga kuat dimanfaatkan sebagai sarana transaksi narkotika dengan metode tersembunyi.
Lubang tersebut berada di bawah kolong rumah dan ditutup dengan material bangunan serta benda lain agar menyatu dengan lingkungan sekitar. Modus ini dinilai sengaja dirancang untuk menghindari kecurigaan.
“Cara penyamarannya cukup rapi. Penutupnya dibuat seolah bagian dari lingkungan, sehingga tidak mudah dikenali jika tidak dilakukan pemeriksaan langsung,” ungkapnya.
Setelah berkoordinasi dengan BNN Provinsi Kalimantan Utara, petugas melakukan pembongkaran menggunakan alat sederhana. Proses ini dilakukan untuk memastikan fungsi lubang tersebut.
Dari hasil pemeriksaan, lubang memiliki kedalaman sekitar 40 sentimeter. Di dalamnya ditemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas transaksi.
“Kami menemukan beberapa alat kecil dan kertas berisi angka nominal. Indikasinya mengarah pada pencatatan transaksi, meskipun tidak ditemukan barang bukti narkotika di lokasi,” katanya.
Tidak ditemukannya narkotika di lokasi membuat petugas menduga aktivitas transaksi telah dihentikan sementara. Hal ini kemungkinan terjadi karena keberadaan petugas sudah lebih dulu diketahui.
“Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi relatif sepi. Ada kemungkinan aktivitas sudah dihentikan karena pelaku mengetahui adanya operasi,” ujarnya.
BNNK menilai temuan ini menunjukkan bahwa pola peredaran narkotika masih terus beradaptasi. Setelah beberapa titik sebelumnya ditutup, pelaku diduga membuka lokasi baru di area yang masih berdekatan.
“Perpindahan lokasi seperti ini sudah sering terjadi. Ketika satu titik terungkap, mereka akan mencari tempat lain yang masih dianggap aman,” jelasnya.
Ia menambahkan, dukungan masyarakat sangat dibutuhkan dalam mengungkap kasus serupa. Namun, partisipasi warga masih menjadi tantangan karena adanya kekhawatiran terhadap risiko keamanan.
BNNK Tarakan memastikan operasi serupa akan terus dilakukan secara berkala untuk menekan peredaran narkotika, khususnya di wilayah yang telah teridentifikasi sebagai titik rawan.
“Kami berharap masyarakat tidak ragu untuk menyampaikan informasi sekecil apa pun. Setiap laporan akan kami tindaklanjuti dengan serius dan kerahasiaannya tetap terjaga,” tegasnya. (saf)









