TARAKAN, Headlinews.id – Ketersediaan air baku dan penanganan banjir di Kota Tarakan masih menjadi pekerjaan yang membutuhkan penguatan program infrastruktur sumber daya air secara berkelanjutan, seiring keterbatasan kegiatan pembangunan yang berjalan saat ini.
Ketua Komisi III DPRD Tarakan, Randy Ramadhana Erdian menyebut dua isu tersebut tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan dasar masyarakat yang terus meningkat setiap tahun.
“Air baku dan banjir adalah kebutuhan mendasar yang harus dipastikan penanganannya berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah rencana pengembangan infrastruktur sumber daya air, termasuk pembangunan embung baru, belum dapat direalisasikan karena terkendala kondisi anggaran serta kesiapan teknis di lapangan.
Menurutnya, penyesuaian kebijakan fiskal, termasuk transfer ke daerah (TKD), turut mempengaruhi ruang pembiayaan program infrastruktur di daerah.
“Kondisi anggaran memang mengalami penyesuaian, sehingga beberapa program harus menyesuaikan prioritas pelaksanaannya,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui keberadaan infrastruktur yang telah dibangun sebelumnya, seperti embung, masih memberikan kontribusi dalam mendukung suplai air baku bagi masyarakat dan Perumda Tirta Alam Tarakan.
Namun, kebutuhan air bersih diperkirakan akan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas perkotaan, sehingga diperlukan penguatan infrastruktur tambahan.
“Yang ada saat ini membantu, tetapi kebutuhan ke depan tentu akan terus bertambah,” ujarnya.
Selain persoalan air baku, penanganan banjir juga dinilai masih membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh, terutama dalam hal normalisasi sungai dan perbaikan sistem drainase perkotaan.
Ia menilai, kondisi geografis Tarakan yang rentan genangan membuat penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial.
DPRD Tarakan berharap adanya kejelasan prioritas program infrastruktur sumber daya air yang lebih terarah, khususnya untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat di sektor air bersih dan pengendalian banjir.
“Penanganan banjir harus dilakukan secara terintegrasi, tidak bisa hanya pada satu titik saja,” tegasnya. (*/saf)







