TARAKAN, Headlinews.id— Perputaran ekonomi pelaku usaha halal di Kalimantan Utara selama Kalimantan Utara Sharia Festival (KaShaFa) 2026 tercatat mencapai Rp4,163 miliar, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian tersebut dihimpun dari seluruh rangkaian kegiatan sejak Maret hingga puncak acara yang digelar di Kota Tarakan pada 26 April 2026.
Puncak kegiatan dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Utara Ingkong Ala bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Rangkaian KaShaFa 2026 kemudian ditutup dengan tabligh akbar yang menghadirkan Ustadz Das’ad Latif.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Hasiando G. Manik menyebut peningkatan tersebut terlihat dari aktivitas transaksi pelaku usaha selama kegiatan berlangsung.
“Kalau kita lihat dari transaksi yang tercatat, memang ada peningkatan cukup signifikan dibandingkan tahun lalu. Perputaran di UMKM halal selama kegiatan ini cukup tinggi,” ujar Hasiando.
Dominasi transaksi non-tunai juga terlihat selama pelaksanaan kegiatan. Bank Indonesia mencatat lebih dari 80 persen transaksi dilakukan menggunakan QRIS yang digunakan hampir di seluruh tenant.
“Transaksi non-tunai sudah sangat dominan. QRIS itu dipakai di hampir seluruh tenant, jadi pergerakan uangnya juga lebih mudah dipantau,” katanya.
Penguatan ekosistem halal turut dilakukan melalui fasilitasi sertifikasi bagi pelaku usaha. Hingga April 2026, tercatat 182 UMKM di Kalimantan Utara telah memperoleh sertifikat halal.
“Permintaan sertifikasi halal cukup tinggi. Pelaku usaha mulai melihat ini sebagai kebutuhan untuk pengembangan usaha mereka,” ucapnya.
Sementara itu, akses pembiayaan melalui Pojok Pembiayaan Syariah juga menunjukkan realisasi yang melampaui target. Total pembiayaan yang tersalurkan mencapai Rp5,73 miliar atau setara 191 persen dari target tahunan sebesar Rp3 miliar.
Capaian tersebut mencerminkan tingginya respons pelaku usaha terhadap skema pembiayaan berbasis syariah.
“Respons pelaku usaha terhadap pembiayaan syariah juga cukup besar. Realisasinya bahkan sudah melampaui target yang kita tetapkan,” kata Hasiando.
Aktivitas ekonomi tersebut diikuti peningkatan literasi masyarakat terhadap ekonomi syariah. Indeks literasi ekonomi syariah di Kalimantan Utara tercatat berada di atas 75 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 43,42 persen.
“Indeks literasi ekonomi syariah di Kaltara sudah di atas 75 persen. Ini menunjukkan pemahaman masyarakat terhadap ekonomi syariah terus meningkat,” ujarnya.
Capaian tersebut didukung berbagai kegiatan edukasi, termasuk Festival Literasi Ekonomi Syariah yang melibatkan lebih dari 500 peserta dari berbagai kalangan.
Selain aktivitas ekonomi, KaShaFa 2026 juga mencakup program sosial melalui kolaborasi dengan Badan Wakaf Indonesia dalam Gerakan Kaltara Berwakaf Produktif yang diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan dan pengembangan ekowisata.
Dalam rangkaian yang sama, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menghadirkan pasar sembako murah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Program ini disusun agar manfaatnya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga langsung oleh masyarakat,” kata Hasiando. (saf)










