TARAKAN, Headlinews.id – Penguatan pengawasan di Lapas Kelas IIA Tarakan berdampak pada nihilnya temuan narkoba serta menurunnya penggunaan handphone ilegal di dalam lapas.
Langkah tersebut dijalankan lewat kombinasi razia mendadak dan sistem pemeriksaan berlapis yang diterapkan secara konsisten di seluruh area pengawasan.
Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Tarakan, Fitroh Qomarudin menjelaskan pola razia yang tidak terjadwal menjadi salah satu pola yang penting untuk efektivitas pengendalian.
“Razia dilakukan secara acak supaya tidak bisa diprediksi. Dengan begitu, ruang untuk pelanggaran bisa ditekan,” ujarnya.
Dari hasil pengawasan yang berjalan, peredaran narkoba disebut tidak ditemukan sepanjang periode terakhir, sementara pelanggaran terkait handphone ilegal mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Untuk narkotika nihil. Kalau handphone masih ada temuan, tapi frekuensinya sudah jauh berkurang,” katanya.
Meski capaian tersebut dinilai positif, pengawasan tetap dijalankan dengan intensitas tinggi untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan pola pelanggaran.
“Bisa saja karena kepatuhan meningkat, tapi bisa juga karena modusnya berubah. Ini yang terus kami antisipasi,” tegasnya.
Pendekatan pembinaan juga menjadi bagian dari strategi pengendalian, dengan memberikan pemahaman kepada warga binaan terkait risiko dan larangan penggunaan barang terlarang.
Upaya ini diarahkan untuk membangun kesadaran internal sehingga kepatuhan tidak hanya bergantung pada pengawasan petugas.
“Edukasi tetap dilakukan. Harapannya warga binaan memahami konsekuensi dan memilih untuk patuh,” ujarnya.
Selain itu, jalur masuk barang dan kunjungan menjadi titik yang diperketat melalui sistem pemeriksaan berlapis yang kini diterapkan sebagai standar operasional.
Setiap barang yang masuk diperiksa di beberapa tahapan, mulai dari pintu utama hingga distribusi di dalam blok hunian.
“Pemeriksaannya bertingkat, bisa tiga sampai empat lapis. Bahkan setelah masuk blok pun masih dicek ulang,” jelasnya.
Jika ditemukan pelanggaran, termasuk dugaan keterlibatan oknum, proses penindakan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Kalau ada indikasi pelanggaran, pasti ditindaklanjuti. Prosesnya berjenjang sesuai aturan,” katanya.
Penguatan pengawasan juga didukung kerja sama dengan aparat penegak hukum untuk memastikan pengendalian berjalan optimal.
Selain itu, komitmen internal pegawai terus diperkuat sebagai dasar menjaga integritas dalam pelaksanaan tugas.
“Semua petugas punya tanggung jawab yang sama. Komitmen ini yang dijaga supaya pengawasan tetap konsisten,” tutup Fitroh. (saf)










