TARAKAN, Headlinews.id – Pelatihan barista, membatik, hingga public speaking menjadi bagian dari pembelajaran di Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Tarakan.
Program tersebut melengkapi materi akademik pada pendidikan kesetaraan sekaligus membekali peserta didik dengan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) SPNF SKB Kota Tarakan, Patmaria Krisnova Levryn, mengatakan kurikulum pendidikan kesetaraan di SKB tidak hanya memuat mata pelajaran akademik.
SKB juga memasukkan mata pelajaran pemberdayaan dan keterampilan untuk membekali peserta didik dengan kemampuan yang dapat diterapkan di dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari.
“Di nonformal itu kami ada mata pelajaran pemberdayaan dan keterampilan. Pemberdayaan itu bisa dalam bentuk kegiatan seperti public speaking. Kami juga bekerja sama dengan BNN untuk memberikan edukasi tentang bahaya narkoba,” ujarnya.
Untuk mata pelajaran keterampilan, SKB mengembangkan sejumlah pelatihan praktis, di antaranya membatik dan barista. Menurut Patmaria, pelatihan tersebut dipilih dengan mempertimbangkan potensi daerah sekaligus kebutuhan peserta didik.
Pelatihan membatik dilaksanakan melalui kerja sama dengan Julak Batik. SKB telah memiliki peralatan sendiri, sedangkan proses pembelajaran didampingi langsung oleh perajin batik agar peserta didik memperoleh keterampilan secara praktik.
“Untuk membatik kami punya alat sendiri. Pelatihannya bekerja sama dengan Julak Batik, tetapi memang program ini masih perlu terus dikembangkan karena ada beberapa keterbatasan,” katanya.
Selain itu, SKB mulai memperkenalkan pelatihan barista sebagai salah satu keterampilan yang dinilai memiliki peluang kerja di Tarakan. Program tersebut juga menyesuaikan dengan latar belakang sebagian peserta didik yang telah bekerja di bidang tersebut.
“Tarakan ini dikenal dengan banyak kafe. Peserta didik kami juga ada yang bekerja sebagai barista, sehingga paling tidak mereka sudah memiliki pemahaman ketika masuk ke bidang itu,” jelasnya.
Di bidang pemberdayaan, SKB juga menggelar pelatihan public speaking yang diikuti peserta didik program Paket A, Paket B, dan Paket C. Materi yang diberikan meliputi teknik memperkenalkan diri, etika berbicara di depan umum, hingga latihan komunikasi menggunakan bahasa Inggris, dengan tingkat kesulitan yang disesuaikan pada setiap jenjang.
“Semua jenjang kami libatkan. Tinggal nanti tugas yang diberikan disesuaikan. Kami mengenalkan bagaimana cara tampil di depan orang, bagaimana berbicara yang baik, etikanya juga diajarkan, termasuk latihan menggunakan bahasa Inggris,” ungkap Patmaria.
Ia menjelaskan, pelatihan public speaking tersebut baru pertama kali dilaksanakan sebagai tahap pengenalan. Program serupa akan terus dikembangkan agar peserta didik tidak hanya memperoleh ijazah pendidikan kesetaraan, tetapi juga memiliki keterampilan komunikasi dan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah lulus.
“Kegiatan ini memang baru pertama kali kami laksanakan. Mudah-mudahan ke depan bisa terus berkembang, semakin menarik, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi peserta didik,” tutupnya. (*/saf)










