TARAKAN, Headlinews.id – Persiapan menghadapi kontestasi legislatif mulai dilakukan PKB Kota Tarakan jauh sebelum tahapan pemilu berikutnya. Awal 2027, partai berlambang sembilan bintang itu berencana membuka pencalegan dini sekaligus memetakan figur yang akan disiapkan untuk memperkuat perolehan kursi di DPRD.
Ketua DPC PKB Kota Tarakan Ahmad Usman mengatakan, konsolidasi organisasi menjadi salah satu langkah awal yang dilakukan setelah kepengurusan periode 2026–2031 dikukuhkan. Saat ini, struktur Pimpinan Anak Cabang (PAC) disebut telah terbentuk di seluruh kecamatan, sedangkan kepengurusan ranting telah mencapai sekitar 50 persen.
“PAC sudah terbentuk di semua kecamatan. Untuk ranting, sekitar 50 persen sudah terbentuk. Setelah struktur ini semakin kuat, awal 2027 kami akan mulai pencalegan dini untuk mencari dan memetakan figur yang akan disiapkan,” kata Ahmad Usman.
Menurutnya, proses tersebut tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pencalonan legislatif, tetapi juga mempersiapkan kader yang memiliki kapasitas untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan. PKB, kata dia, tetap membuka ruang bagi kader untuk dipersiapkan menghadapi kontestasi eksekutif apabila keputusan partai mengarah ke sana.
“Target kami tentu ingin kembali ke pimpinan DPRD. Untuk posisi ketua, itu bagian dari target politik yang akan kami perjuangkan. Tetapi semuanya tetap melihat hasil pemilu, komposisi kursi dan dinamika politik yang berkembang,” ujarnya.
Selain memperkuat struktur dan menyiapkan calon legislatif, PKB juga mulai memperketat pemantauan terhadap kader yang saat ini duduk di DPRD. Setiap anggota DPRD dari PKB diwajibkan menyampaikan laporan aktivitas melalui sistem digital yang disiapkan partai.
Ahmad Usman menjelaskan, sistem tersebut digunakan untuk mencatat aktivitas anggota legislatif ketika berinteraksi dengan masyarakat, termasuk kegiatan advokasi dan penyelesaian persoalan yang dihadapi warga.
“Anggota DPRD wajib melaporkan kegiatan mereka melalui I-Simpel. Yang dilaporkan bukan hanya kegiatan formal, tetapi juga bagaimana mereka turun ke masyarakat, melakukan advokasi dan sejauh mana persoalan masyarakat bisa ditindaklanjuti,” jelasnya.
Laporan tersebut nantinya menjadi salah satu bahan evaluasi partai terhadap kader yang berada di lembaga legislatif. Mekanisme itu juga berlaku untuk pengurus partai dan kepala daerah yang berasal dari PKB, dengan pelaporan dilakukan secara berkala.
“Kalau ada yang tidak memenuhi target yang sudah ditetapkan, tentu itu akan menjadi bagian dari evaluasi partai. Jadi ada ukuran yang bisa dilihat, bagaimana aktivitas kader dan kontribusinya kepada masyarakat,” kata Usman.
Di sisi lain, PKB juga mulai membaca kemungkinan perubahan peta politik pada kontestasi mendatang, termasuk Pilkada. Usman mengatakan partainya menyiapkan sejumlah alternatif, termasuk kemungkinan mendorong kader sendiri apabila terdapat keputusan dari tingkat pusat.
Terkait peluang kembali membangun kekuatan politik bersama Wali Kota Tarakan Khairul, Usman menyebut PKB saat ini masih menempatkan hubungan tersebut dalam kerangka sinergi pemerintahan. Ia menyebut Khairul berada pada posisi yang mengayomi berbagai kekuatan politik.
“Pak Khairul sekarang kami lihat berada pada posisi yang netral karena beliau ingin mengayomi seluruh kekuatan politik. Tetapi itu tidak mengurangi hubungan kami. PKB tetap membangun sinergi dan mendukung program-program pemerintah kota yang memang ditujukan untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (saf)










