TARAKAN, Headlinews.id – Keselamatan transportasi kembali menjadi pekerjaan rumah di tengah aktivitas pergerakan masyarakat yang terus berlangsung. Di sektor pelayaran, KSOP Tarakan menyebut layanan di Kaltara secara umum berjalan baik, tetapi evaluasi tetap dilakukan untuk mencari bagian yang masih perlu diperbaiki.
Kepala KSOP Tarakan, Stanislaus Wembly Wetik, mengatakan evaluasi tidak hanya melihat kondisi pelayanan secara umum, tetapi juga pelaksanaan di lapangan, termasuk saat penumpang melakukan embarkasi dan debarkasi. Tahapan tersebut menjadi bagian dari pelayanan yang terus diperbaiki agar aktivitas di pelabuhan berjalan lebih tertib.
“Secara garis besar sudah berjalan dengan baik, namun kami berharap ke depannya lebih baik lagi. Tetap ada evaluasi, termasuk apa yang kurang pada saat pelaksanaan kegiatan. Jadi nanti pada pelaksanaan di lapangan, terutama saat embarkasi dan debarkasi penumpang, bisa berjalan dengan baik,” kata Stanislaus usai apel Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 di halaman Kantor Navigasi Tarakan, Kamis (17/9/2026).
Evaluasi pelayanan tersebut berjalan beriringan dengan penguatan keselamatan. Stanislaus menyebut, keselamatan tidak cukup ditempatkan sebagai pemenuhan aturan, sebab pengguna jasa juga memiliki peran dalam menciptakan perjalanan yang aman.
“Atensi khusus dari Pak Menteri sendiri terkait dengan keselamatan yang paling utama. Walaupun sudah setiap hari kita laksanakan, keselamatan itu tetap diulang-ulang menjadi budaya. Bukan hanya kami sebagai regulator, tetapi juga kepada masyarakat,” ujarnya.
Penekanan tersebut disampaikan Menteri Perhubungan dalam sambutan yang dibacakan Stanislaus pada apel Harhubnas 2026. Peringatan tahun ini berlangsung dalam suasana keprihatinan menyusul sejumlah musibah transportasi yang terjadi belakangan.
Menteri Perhubungan menegaskan keselamatan tidak boleh berhenti sebagai rutinitas administratif dalam sistem transportasi. Standar keselamatan harus benar-benar diterapkan di lapangan dan menjadi tanggung jawab seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan transportasi.
Jajaran perhubungan juga diingatkan menghadapi situasi yang semakin kompleks, mulai dari bencana hingga gangguan dan kecelakaan transportasi. Dalam kondisi tersebut, keselamatan dan konektivitas harus tetap dijaga secara bersamaan.
Ketika kondisi tidak aman, operasi harus berani dihentikan. Namun, pada saat yang sama perlu dicari alternatif agar mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan tetap berjalan. Pesan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga fungsi transportasi tidak hanya dari sisi keselamatan, tetapi juga keberlanjutan konektivitas.
Harhubnas 2026 mengangkat tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju”. Tema tersebut menggambarkan peran transportasi dalam menghubungkan pulau dengan pulau, kota dengan desa, sentra produksi dengan pasar, hingga masyarakat di wilayah 3T atau terdepan, terluar dan terpencil.
Transportasi juga ditempatkan sebagai bagian dari pemerataan pembangunan. Pelabuhan, penerbangan perintis, jaringan kereta, angkutan massal dan sistem logistik memiliki fungsi yang lebih luas karena berkaitan dengan akses masyarakat, distribusi kebutuhan, kesempatan ekonomi hingga pergerakan hasil produksi.
Untuk wilayah 3T, layanan perintis dinilai tetap perlu dijaga agar masyarakat tidak terputus dari jaringan transportasi. Integrasi antarmoda juga didorong agar perjalanan masyarakat menjadi lebih mudah, sementara sistem logistik perlu diperbaiki supaya konektivitas dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian.
Di tengah tuntutan tersebut, pemanfaatan teknologi turut menjadi bagian dari pesan Menhub. Transformasi digital diarahkan agar menghasilkan perubahan nyata dalam pengawasan, kepatuhan, keselamatan perjalanan dan ketertiban sistem logistik.
Stanislaus menyebut jajaran perhubungan di daerah juga perlu mengikuti perkembangan tersebut. Peningkatan pelayanan tidak cukup hanya dengan menjalankan pola kerja yang sudah ada, tetapi harus dibarengi upaya untuk mencari cara yang lebih efektif.
“Harapannya kami bisa bekerja lebih baik, bukan hanya melaksanakan yang sudah biasa tetapi lebih meningkatkan lagi. Juga menggunakan teknologi sebagai alat untuk membantu transportasi supaya bisa lebih baik lagi,” katanya.
Sementara itu, kampanye keselamatan transportasi di Kaltara telah dilakukan selama September. Untuk sektor laut, kegiatan tersebut antara lain menyasar pengguna jasa di Pelabuhan SDF Tengkayu melalui edukasi keselamatan dan kegiatan man overboard.
Edukasi keselamatan juga telah menyasar lingkungan sekolah. Langkah tersebut diarahkan untuk membangun kebiasaan keselamatan sejak dini, sehingga pemahaman mengenai keselamatan tidak hanya muncul ketika masyarakat berada di dalam atau menggunakan sarana transportasi.
“Kalau dari kecil kita diajarkan oleh orang tua tentang keselamatan, terus dilakukan, sampai akhirnya terbiasa. Jadi kami berharap masyarakat Kaltara, terutama yang menggunakan transportasi darat, laut dan udara, bisa lebih berperan aktif dalam rangka budaya keselamatan itu,” tutur Stanislaus.
Kampanye tersebut masih berlangsung sepanjang September. Pelaksanaannya disesuaikan dengan masing-masing matra transportasi, sementara koordinasi dengan pemerintah daerah tetap dilakukan untuk mendukung kegiatan di daerah.
Penetapan September sebagai Bulan Keselamatan Transportasi juga menjadi bagian dari pesan Menhub dalam Harhubnas tahun ini. Pencanangan tersebut diarahkan sebagai awal untuk membangun budaya keselamatan yang lebih kuat dan diterapkan sepanjang tahun.
Stanislaus mengatakan keselamatan dan pelayanan membutuhkan kerja bersama. Evaluasi akan tetap dilakukan untuk melihat pelaksanaan di lapangan, sekaligus memperbaiki hal-hal yang masih menjadi kekurangan.
“Kalau kami dari laut sudah melaksanakan secara bersama-sama. Mungkin dari udara ataupun darat nanti juga melakukan kampanye. Selama bulan September ini ditetapkan sebagai kampanye keselamatan transportasi, jadi setiap hari kita laksanakan terus. Kami juga tetap bersinergi dengan pemerintah daerah,” pungkasnya. (saf)










