Jumat, September 18, 2026
Headlinews.id
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
HealthNews
No Result
View All Result
Home KALTARA

Puluhan Tahun Bersengketa, Lahan Pantai Amal Dibawa ke DPR RI

by Redaksi 2
17 September 2026
in KALTARA, Pemprov Kaltara
A A
Puluhan Tahun Bersengketa, Lahan Pantai Amal Dibawa ke DPR RI

Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Utara Hj. Rahmawati S.H. saat menyampaikan persoalan sengketa lahan Pantai Amal dalam pembahasan RUU Reforma Agraria di DPR RI.

JAKARTA, Headlinews.id – Tumpang tindih kawasan pertahanan dengan ruang hidup masyarakat kembali menjadi persoalan yang dibawa dari Kalimantan Utara ke tingkat nasional. Sengketa lahan antara masyarakat Pantai Amal dan kawasan Marinir di Kota Tarakan menjadi salah satu persoalan yang disampaikan dalam pembahasan RUU Reforma Agraria.

Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Utara, Hj. Rahmawati, S.H., mengatakan persoalan tersebut tidak terlepas dari status sejumlah pulau kecil di Kaltara yang berada di kawasan perbatasan dan memiliki kepentingan strategis pertahanan. Pada saat yang sama, sebagian wilayah juga telah menjadi ruang bermukim dan beraktivitas masyarakat.

“Di Kalimantan Utara banyaknya pulau-pulau kecil yang langsung berseberangan dengan Malaysia. Kemudian beranda depan NKRI,” ujar Rahmawati.

Menurut Rahmawati, kondisi tersebut membutuhkan batas yang lebih jelas antara kawasan yang diperuntukkan bagi kepentingan pertahanan dengan wilayah yang masih dapat dihuni dan dikelola masyarakat. Hal itu terutama diperlukan ketika satu pulau memiliki kepentingan pertahanan sekaligus masuk dalam ruang yang berpotensi menjadi objek reforma agraria.

Rahmawati mempertanyakan mekanisme yang akan digunakan pemerintah agar status kawasan pertahanan tidak bertabrakan dengan kepentingan reforma agraria. Ia juga meminta kejelasan mengenai ukuran kawasan yang harus steril dari aktivitas masyarakat, termasuk kemungkinan penggunaan jarak dari fasilitas pertahanan sebagai batas.

Pertanyaan tersebut mencakup keberadaan pos pengamanan perbatasan hingga area di sekitarnya. Menurut dia, kejelasan batas diperlukan agar masyarakat mengetahui wilayah yang dapat dimanfaatkan untuk tempat tinggal maupun kegiatan ekonomi.

“Sudah ada kriteria luasan atau jarak minimum dari titik-titik pertahanan, misalnya pos pengamanan perbatasan, yang membedakan area yang benar-benar harus steril untuk pertahanan dan area di pulau yang sama yang tetap dapat dihuni dan dikelola oleh masyarakat sebagai bagian dari kedaulatan pangan dan ekonomi kerakyatan di wilayah terdepan?” katanya.

Persoalan batas kawasan itu kemudian dikaitkan Rahmawati dengan sengketa lahan di Pantai Amal, Tarakan. Ia menyebut konflik antara masyarakat dan kawasan Marinir tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun, sementara status dan kebijakan terhadap kawasan itu disebut mengalami perubahan.

Rahmawati mempersoalkan informasi mengenai status lahan yang menurutnya seharusnya sudah disampaikan kepada masyarakat sejak awal apabila wilayah tersebut memang merupakan kawasan milik Angkatan Laut.

“Ini sudah terjadi berpuluh-puluh tahun. Kenapa waktu mereka itu memaparkan bahwa ini adalah kawasannya milik Angkatan Laut, sebelum masyarakat itu datang ke situ harusnya diberikan penyuluhan bahwa ini tanah ini milik Angkatan Laut,” ujarnya.

Persoalan semakin rumit setelah masyarakat membentuk lingkungan permukiman dan membangun fasilitas sosial. Rahmawati menyebut keberadaan RT, RW hingga masjid telah terbentuk sebelum kemudian muncul penegasan bahwa wilayah tersebut merupakan kawasan pertahanan.

“Setelah mereka sudah buat RT, RW, buat masjid, baru mereka mengatakan tidak bisa karena wilayah pertahanan ini adalah milik Angkatan Laut,” kata Rahmawati.

Ia juga menyinggung perubahan kebijakan yang terjadi seiring pergantian pimpinan. Menurut Rahmawati, perbedaan kebijakan tersebut membuat persoalan yang sama terus berulang dan belum memperoleh penyelesaian yang tuntas.

“Karena berganti pimpinan nanti itu boleh membuat masjid di situ, kemudian ganti pimpinan lagi tidak memperbolehkan. Sehingga itu menjadi PR yang selalu datang terus-menerus dan berkelanjutan,” ujarnya.

Rahmawati meminta persoalan tersebut memiliki skema penyelesaian dan batas waktu yang jelas. Penyelesaian sengketa tidak cukup pada penegasan status kawasan, tetapi perlu memastikan posisi masyarakat dan kepentingan pertahanan dapat ditentukan secara terang.

Pembahasan mengenai sengketa tersebut menjadi bagian dari persoalan yang lebih luas dalam RUU Reforma Agraria, khususnya ketika objek reforma agraria bersinggungan dengan kawasan strategis pertahanan.

“Target waktu penyelesaiannya harus jelas, supaya persoalan seperti ini tidak berlarut-larut. Jangan sampai karena berganti pimpinan, kebijakannya berubah lagi dan persoalan yang sama kembali menjadi pekerjaan rumah,” pungkasnya. (saf)

 

Tags: DPR RIKalimantan Utarakawasan Marinirkawasan pertahananPantai Amalpulau terdepanRahmawatireforma agrariaRUU Reforma AgrariaSengketa LahanTarakanWilayah Perbatasan
Advertisement Banner

Baca Juga

Cegah Karhutla, Dit Samapta Polda Kaltara Gencarkan Patroli dan Sosialisasi di Wilayah Bulungan
KALTARA

Cegah Karhutla, Dit Samapta Polda Kaltara Gencarkan Patroli dan Sosialisasi di Wilayah Bulungan

18 September 2026
Kapolda Kaltara Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan Irwasda dan Kabid TIK
KALTARA

Kapolda Kaltara Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan Irwasda dan Kabid TIK

18 September 2026
Ketua Komisi III DPRD Kaltara Bicara Target Lumbung Pangan 2026–2030
KALTARA

Ketua Komisi III DPRD Kaltara Bicara Target Lumbung Pangan 2026–2030

18 September 2026
DKISP Kaltara Siapkan Program “VIRALKAH” untuk Kemitraan Media yang Lebih Akuntabel
Pemprov Kaltara

DKISP Kaltara Siapkan Program “VIRALKAH” untuk Kemitraan Media yang Lebih Akuntabel

17 September 2026
Belanja Perubahan APBD Kaltara 2026 Disepakati Rp2,46 Triliun
KALTARA

Belanja Perubahan APBD Kaltara 2026 Disepakati Rp2,46 Triliun

16 September 2026
86 ASN Ikuti Ujian Dinas dan UPKP Kaltara 2026 
Pemprov Kaltara

86 ASN Ikuti Ujian Dinas dan UPKP Kaltara 2026 

16 September 2026
Next Post
Tiga Hari Ditahan, SRS Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi Rutan Polsek Tarakan Barat

Tiga Hari Ditahan, SRS Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi Rutan Polsek Tarakan Barat

Masuk Triwulan IV, Kodam VI/Mulawarman Perketat Disiplin Satuan

Masuk Triwulan IV, Kodam VI/Mulawarman Perketat Disiplin Satuan

Perbaikan Jalan Eks Sumalindo Terkendala Kemarau, Kaltara Kejar Ruas hingga Kilometer 147

Perbaikan Jalan Eks Sumalindo Terkendala Kemarau, Kaltara Kejar Ruas hingga Kilometer 147

Berita Populer

  • Empat Tersangka Kredit Fiktif Bankaltimtara Diserahkan ke Jaksa

    Empat Tersangka Kredit Fiktif Bankaltimtara Diserahkan ke Jaksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Laporan Mantan Wabup Tana Tidung dan Enam Pemilik Lahan Masih Diproses Polres Tarakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Hari Ditahan, SRS Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi Rutan Polsek Tarakan Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Asap Tarakan Kembali Terlihat, Angin Bawa Massa Udara dari Selatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kualitas Udara Tarakan Memburuk, ISPU Terus Bergerak Naik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Headlinews.id

Kami merupakan portal berita online yang berdiri pada tahun 2024, berkomitmen untuk menghadirkan berita dan informasi terkini yang akurat, kredibel, dan berimbang.

Tentang Kami

  • Kontak
  • Redaksi
  • Tentang kami
  • Pedoman Media Siber

Menu

  • Balikpapan
  • Berau
  • BERITA
  • Bontang
  • Bulungan
  • DPRD bulungan
  • Ekonomi
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • KALTARA
  • KALTIM
  • Kesehatan
  • KRIMINAL
  • Kutai Barat
  • Kutai Kertanegara
  • Malinau
  • NASIONAL
  • Nunukan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemprov Kaltara
  • Pemprov Kaltim
  • Penajam Paser Utara
  • Pendidikan
  • PILKADA
  • POLITIK
  • Samarinda
  • Sosial Budaya
  • Tana Tidung
  • Tarakan
  • TEKNOLOGI

© 2023 PT. Borneo Media Grup.

No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini

© 2023 PT. Borneo Media Grup.