TARAKAN, Headlinews.id – Dua unit bus klinik kesehatan diberangkatkan dari Kota Tarakan menuju wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Selasa (20/1/2026).
Pengiriman bantuan ini menjadi bagian dari penguatan layanan medis lapangan untuk masyarakat terdampak bencana di sejumlah provinsi di Sumatera.
Pelepasan bus klinik kesehatan dan tim relawan dilakukan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Tarakan dari Sekretariat DPC di Jalan Aki Balak, Kelurahan Karang Harapan. Kegiatan tersebut dihadiri pengurus partai serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tarakan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tarakan, Edi Patanan mengatakan, pengiriman bantuan kemanusiaan ini merupakan tindak lanjut arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan dalam merespons bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah.
“Bantuan yang diberangkatkan dari Tarakan berupa dua unit bus klinik kesehatan yang siap memberikan layanan medis langsung di lokasi terdampak. Armada ini sebelumnya siaga di Tarakan dan segera dimobilisasi setelah ada arahan dari pusat,” ujar Edi Patanan.
Ia menjelaskan, dua unit bus klinik tersebut difasilitasi oleh Anggota DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Utara, Deddy Sitorus, sebagai bagian dari dukungan logistik medis untuk operasi kemanusiaan di lapangan.
Selain armada kesehatan, DPC PDI Perjuangan Tarakan juga mengirimkan tujuh orang relawan yang tergabung dalam Badan Penanggulangan Bencana (Baguna).
Para relawan akan bertugas memberikan pelayanan kesehatan dasar sekaligus membantu distribusi logistik bagi warga terdampak.
Tim relawan dan bus klinik dari Tarakan dijadwalkan menjalankan tugas kemanusiaan selama kurang lebih tiga bulan. Selama di lokasi bencana, mereka akan bergabung dengan jaringan relawan nasional PDI Perjuangan yang sebelumnya telah mengerahkan puluhan unit ambulans serta tenaga medis dari berbagai daerah.
Edi Patanan juga menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik dan keselamatan selama bertugas di wilayah bencana, mengingat medan dan intensitas kerja yang cukup tinggi.
“Penugasan ini membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Keselamatan relawan menjadi prioritas agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal,” katanya.
Ia menambahkan, keberangkatan tim dari Tarakan diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan darurat di daerah terdampak, terutama bagi kelompok rentan yang membutuhkan penanganan cepat.
“Setelah seluruh rangkaian tugas kemanusiaan di Sumatera selesai, dua unit bus klinik kesehatan ini akan kembali ke Tarakan dan kembali dioperasikan untuk melayani kebutuhan kesehatan masyarakat di Kalimantan Utara,” tutup Edi Patanan. (saf)










