TARAKAN, Headlinews.id – Jam layanan poli di fasilitas kesehatan tingkat pertama di Kota Tarakan masih terbatas hingga siang hari. Kondisi ini menjadi perhatian karena waktu pelayanan yang relatif singkat membuat masyarakat yang membutuhkan layanan di luar jam tersebut belum sepenuhnya terakomodasi, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan waktu pada jam kerja.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tarakan, Yusef Eka Darmawan menyebut waktu pelayanan poli saat ini umumnya hanya berlangsung hingga awal siang dan belum tersedia pada malam hari, sebagaimana kebutuhan masyarakat yang tidak selalu datang pada jam operasional.
“Setahu saya pendaftaran poli itu terakhir sekitar jam satu atau setengah dua siang. Setelah itu sudah tidak menerima pendaftaran lagi, padahal layanan dasar seharusnya bisa lebih panjang,” ujarnya.
Ia mengatakan, kondisi tersebut berbeda dengan beberapa daerah lain yang telah mulai mengembangkan layanan kesehatan dengan jam operasional yang lebih panjang, bahkan untuk poli tertentu sudah tersedia hingga 24 jam.
“Kalau di Jawa sudah mulai ada poli 24 jam. Harapannya di sini juga bisa ada satu contoh dulu terkait poli layanan di Puskesmas yang bisa lebih lengkap dan waktunya lebih panjang,” katanya.
Menurutnya, keberadaan layanan poli dengan waktu operasional yang lebih panjang akan membantu masyarakat dalam mendapatkan akses layanan kesehatan, terutama ketika kebutuhan muncul di luar jam kerja yang selama ini menjadi batas layanan.
“Sehingga masyarakat kalau sakit gigi atau keluhan lain tidak harus menunggu besok, bisa langsung mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan terdekat tanpa harus menunda penanganan,” jelasnya.
Saat ini, layanan 24 jam di fasilitas kesehatan di Tarakan masih terbatas pada Instalasi Gawat Darurat (IGD), yang difokuskan untuk menangani kasus-kasus darurat, sementara layanan poli umum belum tersedia di luar jam operasional tersebut.
Kondisi tersebut membuat masyarakat dengan keluhan ringan yang datang pada malam hari belum mendapatkan layanan poli secara langsung dan biasanya diarahkan kembali pada jam pelayanan berikutnya.
“Kalau kondisi sini baru ada IGD saja, Instalasi Gawat Darurat. Tapi kalau poli belum ada,” katanya.
BPJS Kesehatan berharap ke depan terdapat peningkatan layanan kesehatan, khususnya pada fasilitas tingkat pertama, sehingga waktu pelayanan dapat lebih menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang beragam.
“Harapannya tentu ada peningkatan kualitas layanan, termasuk jam pelayanan yang lebih panjang, sehingga masyarakat bisa lebih mudah mengakses layanan kesehatan,” tutup Yusef. (saf)










