TARAKAN, Headlinews.id – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara 2026 di Kabupaten Malinau menjadi tahapan awal dalam pemetaan dan penjaringan atlet daerah yang dipersiapkan menuju babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2027 NTT–NTB.
Wakil Ketua II KONI Kaltara Bidang Pembinaan dan Prestasi, H. Widodo Dwi Santoso menyampaikan Porprov memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembinaan atlet di tingkat provinsi.
“Porprov ini menjadi dasar untuk memetakan atlet yang akan diproyeksikan ke kualifikasi PON 2027. Dari sini kita susun pembinaan lanjutan secara lebih terarah,” ujarnya.
Ia menegaskan seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan akan menjadi objek pemantauan untuk melihat kemampuan atlet secara menyeluruh.
“Setiap cabor akan kita evaluasi performanya, karena dari situ terlihat siapa yang layak masuk dalam program pembinaan menuju PON,” katanya.
Widodo menyebut, capaian pada Porprov sebelumnya telah membuktikan ajang ini mampu melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional, termasuk dari cabang panahan yang sukses meraih emas pada PON 2024 Aceh–Sumut.
“Prestasi itu menunjukkan Porprov memiliki peran penting dalam mencetak atlet berdaya saing nasional,” jelasnya.
Pada Porprov II Kaltara tahun ini, sebanyak 47 cabang olahraga dipertandingkan dan menjadi ajang seleksi terbuka bagi atlet potensial dari seluruh daerah di Kalimantan Utara.
Selain aspek prestasi, KONI Kaltara menetapkan ketentuan bahwa atlet yang bertanding wajib berstatus warga Kaltara dengan kepemilikan KTP daerah.
“Kriteria utama tetap pada identitas daerah. Selama masih ber-KTP Kaltara, meskipun sedang menempuh pendidikan atau bekerja di luar daerah, tetap dapat mewakili daerah,” tegasnya.
Kebijakan tersebut diterapkan untuk memperkuat pembinaan atlet berbasis daerah agar hasilnya lebih terukur dan berkelanjutan.
“Pembinaan berbasis daerah menjadi kunci agar perkembangan prestasi olahraga Kaltara dapat berjalan konsisten,” ujarnya.
Selama pelaksanaan Porprov, KONI Kaltara juga menurunkan tim Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasra) untuk memantau langsung performa atlet di setiap cabang olahraga.
“Dari pertandingan ini akan terlihat potensi atlet secara objektif, terutama pada nomor-nomor terukur yang lebih mudah dievaluasi,” pungkasnya. (saf)








