TARAKAN, Headlinews.id– Menghadapi kondisi kemarau yang berkepanjangan, Kodim 0907/Tarakan menggelar salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan, Sabtu (29/08/26).
Kegiatan tersebut berlangsung dengan melibatkan sejumlah unsur pemerintahan dan instansi terkait. Hadir dalam kegiatan itu unsur Forkopimda, Basarnas, BPBD Kota Tarakan, Satpol PP, serta Camat Tarakan Tengah.
Salat Istisqa menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan lintas instansi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan di tengah cuaca panas dan kering yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran lahan.
Komandan Kodim 0907/Tarakan, **Letkol Inf Danan Wisnubrata**, mengatakan pelaksanaan salat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar bersama di tengah kondisi kemarau yang terjadi di Kota Tarakan.
Menurutnya, doa harus diiringi dengan langkah nyata untuk menjaga lingkungan dan mengantisipasi berbagai dampak yang ditimbulkan akibat musim kemarau.
“Ini adalah ikhtiar kita bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar segera diberikan hujan. Namun, selain berdoa, kita juga harus tetap melakukan upaya pencegahan, terutama terhadap potensi kebakaran lahan,” ujar Danan.
Ia menyebut kondisi cuaca panas dan lingkungan yang kering membuat potensi kebakaran perlu mendapat perhatian serius. Karena itu, kewaspadaan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.
Danan mengimbau warga untuk tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, terutama di lahan terbuka yang kondisinya mudah terbakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap maupun titik api di lingkungan sekitar.
“Kalau ada melihat titik api atau terjadi kebakaran, segera laporkan kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas atau petugas yang ada di wilayah tersebut. Jangan sampai dibiarkan karena api bisa cepat membesar,” tegasnya.
Selain mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan, Dandim menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menghadapi kondisi kemarau. Keterlibatan BPBD, Basarnas, Satpol PP, pemerintah kecamatan, aparat keamanan dan unsur lainnya dinilai penting untuk memastikan setiap potensi gangguan dapat ditangani dengan cepat.
“Sinergitas seluruh stakeholder sangat penting. Kita bersama-sama menjaga Kota Tarakan agar tetap aman dan kondusif, termasuk menghadapi potensi kebakaran di tengah musim kemarau,” katanya.
Menurut Danan, kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan salat Istisqa, tetapi berlanjut dalam berbagai upaya menjaga lingkungan dan melindungi masyarakat.
Ia berharap hujan segera turun sehingga kondisi lingkungan kembali membaik dan risiko kebakaran lahan dapat diminimalkan.
“Semoga Allah SWT mengabulkan doa kita dan segera menurunkan hujan. Sambil berdoa, mari kita terus berikhtiar dan bersama-sama menjaga lingkungan,” pungkasnya. **







