TARAKAN, Headlinews.id – Duka masih menyelimuti keluarga Burhan setelah putranya, Zivian (5), meninggal dunia pada Jumat pagi (26/6/2026) usai menjalani perawatan intensif selama beberapa hari dalam kondisi kritis pascakecelakaan yang dialami bersama keluarganya.
Sebelum meninggal, keluarga sempat menaruh harapan agar Zivian dapat memperoleh penanganan lanjutan melalui rujukan ke rumah sakit yang memiliki layanan dokter spesialis bedah anak. Namun rencana tersebut tidak terlaksana hingga kondisi pasien terus mengalami penurunan.
“Sejak dini hari kondisinya memang sudah sangat berat. Pagi harinya sempat turun lagi dan akhirnya dokter menyampaikan kondisinya sudah tidak tertolong,” ujar Burhan saat ditemui.
Burhan menjelaskan selama menjalani perawatan, putranya menggunakan alat bantu pernapasan sehingga proses pemindahan pasien membutuhkan fasilitas transportasi medis khusus dengan pendampingan tenaga kesehatan.
Menurut informasi yang diterima keluarga, tindakan medis lanjutan yang dibutuhkan tidak tersedia di rumah sakit tempat anaknya dirawat sehingga opsi yang muncul adalah merujuk ke fasilitas kesehatan di luar daerah.
“Kami sempat berharap ada jalan supaya anak bisa mendapat penanganan lanjutan. Tapi kondisinya terus berubah dan pada akhirnya kami hanya bisa menunggu perkembangan,” katanya.
Di tengah proses tersebut, keluarga juga menghadapi tantangan dalam mempersiapkan kebutuhan operasional apabila rujukan dilakukan menggunakan ambulans udara karena kondisi pasien tidak memungkinkan menggunakan penerbangan reguler.
Zivian kemudian dinyatakan meninggal dunia di RS Pertamina Tarakan sebelum proses rujukan terlaksana. Jenazah dimakamkan pada hari yang sama di Tempat Pemakaman Umum Karang Anyar dan diantar keluarga serta kerabat.
Meski masih berduka, Burhan mengatakan keluarganya tidak ingin pengalaman yang dialami putranya berhenti sebagai kisah pribadi semata.
Ia berharap layanan kesehatan di daerah dapat terus diperkuat agar pasien dengan kebutuhan penanganan spesialis memperoleh akses yang lebih cepat.
“Saya tidak menyalahkan tenaga medis karena mereka sudah berupaya merawat anak kami. Harapan saya ke depan fasilitas dan layanan yang dibutuhkan masyarakat bisa semakin lengkap,” ujarnya.
Burhan menilai pemenuhan dokter spesialis dan penguatan sistem rujukan perlu terus ditingkatkan agar pasien dalam kondisi darurat tidak menghadapi proses yang panjang untuk memperoleh layanan lanjutan.
“Kalau fasilitas dan tenaga medis semakin lengkap di daerah, keluarga yang menghadapi kondisi seperti kami mungkin punya pilihan yang lebih cepat untuk mendapatkan penanganan,” tutupnya. (saf)







