TARAKAN, Headlinews.id – Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan pendidikan anak usia dini di Kota Tarakan. Dinas Pendidikan mendorong para guru PAUD memiliki kualifikasi pendidikan minimal sarjana (S1) yang linier dengan bidang tugasnya guna mendukung mutu layanan pendidikan bagi anak usia dini.
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (PAUD dan PNF) Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Abdul Razaq, mengatakan kualifikasi akademik tenaga pendidik memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran di satuan PAUD.
Menurutnya, guru PAUD idealnya memiliki latar belakang pendidikan S1 PAUD atau bidang lain yang masih berkaitan dengan perkembangan anak, seperti psikologi.
“Sekarang kita terus mendorong agar guru-guru PAUD memiliki kualifikasi yang linier. Yang utama tentu S1 PAUD, tetapi bidang lain yang berkaitan seperti psikologi juga sangat mendukung karena berkaitan dengan perkembangan dan karakter anak usia dini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendidikan anak usia dini merupakan fase penting dalam pembentukan karakter dan perkembangan dasar anak. Tenaga pendidik yang mendampingi anak pada usia tersebut perlu memiliki pemahaman yang memadai mengenai proses tumbuh kembang anak.
“PAUD ini berbicara tentang fondasi. Di usia inilah anak mulai mengenal lingkungan, membangun kebiasaan, dan mengembangkan kemampuan dasarnya. Karena itu guru yang mendampingi juga harus memiliki kompetensi yang sesuai,” katanya.
Abdul Razaq mengakui masih terdapat tenaga pendidik PAUD yang belum menyelesaikan pendidikan sarjana. Kondisi tersebut umumnya ditemui pada lembaga yang dikelola masyarakat atau yayasan, yang selama ini menjadi penyelenggara mayoritas layanan PAUD di Tarakan.
“Sebagian besar lembaga PAUD kita dikelola masyarakat. Mereka berupaya memenuhi kebutuhan tenaga pendidik dengan kemampuan yang ada. Karena itu peningkatan kualifikasi akademik guru masih terus menjadi perhatian,” jelasnya.
Untuk mendukung peningkatan kompetensi tenaga pendidik, Pemerintah Kota Tarakan melalui berbagai pihak terkait juga mendorong adanya dukungan pendidikan bagi guru PAUD yang sedang menempuh studi sarjana.
Abdul Razaq menyebutkan usulan bantuan pendidikan telah disampaikan untuk membantu guru-guru PAUD yang sedang melanjutkan kuliah agar dapat menyelesaikan pendidikannya.
“Kemarin juga sudah ada usulan agar guru-guru PAUD yang sedang kuliah bisa mendapatkan bantuan, setidaknya untuk meringankan biaya pendidikan mereka. Harapannya mereka lebih termotivasi menyelesaikan studi dan meningkatkan kompetensinya,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan tersebut penting karena sebagian besar tenaga pendidik PAUD berasal dari lembaga swasta yang memiliki kemampuan berbeda-beda dalam membiayai pengembangan SDM.
“Kalau di lembaga swasta tentu kondisinya berbeda-beda. Karena itu ketika ada peluang dukungan pendidikan, diharapkan bisa membantu guru-guru yang sedang berupaya meningkatkan kualifikasinya,” katanya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas guru menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong mutu pendidikan anak usia dini. Semakin baik kompetensi tenaga pendidik, semakin besar pula peluang anak memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.
“Yang paling utama adalah bagaimana anak-anak mendapatkan layanan pendidikan yang baik. Untuk mencapai itu, kualitas gurunya juga harus terus ditingkatkan,” tutup Abdul Razaq. (*/saf)










