TARAKAN, Headlinews.id – Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tarakan akhirnya resmi terisi setelah Abd. Azis Hasan, AP., M.H. dilantik dan diambil sumpah jabatannya di Gedung Serbaguna Kantor Wali Kota Tarakan, Jumat (31/7/2026).
Usai pelantikan, Azis langsung mendapat penugasan mengawal delapan program prioritas pemerintah daerah, mulai dari peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), pembenahan aset hingga percepatan reformasi birokrasi.
Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., menjelaskan, pengisian jabatan Sekda telah melalui seluruh tahapan seleksi terbuka. Dari tiga kandidat yang masuk tahap akhir, keputusan akhir ditetapkan setelah dirinya melakukan wawancara secara langsung untuk melihat kesiapan masing-masing calon memimpin birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Tarakan.
Selain menggali komitmen, pengalaman birokrasi menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan pilihan. Penilaian tersebut dinilai penting mengingat Sekda akan mengemban tugas mengoordinasikan seluruh perangkat daerah.
“Dari tiga itu saya wawancarai dengan berbagai pertanyaan. Memang ada yang saya lihat masih separuh hati karena memang dipilih oleh pansel. Kita tentu memilih yang paling serius dan juga melihat pengalaman birokrasinya. Kalau dilihat dari pengalaman birokrasinya, saya kira Sekda yang sekarang cukup lengkap,” ujarnya.
Ia juga memastikan seleksi Sekda kali ini diperkirakan menjadi yang terakhir menggunakan mekanisme seleksi terbuka. Pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama selanjutnya akan dilakukan melalui sistem manajemen talenta yang kini masih dalam tahap penyempurnaan.
“Selama ini kita masih menggunakan seleksi terbuka karena manajemen talenta masih ada perbaikan-perbaikan. Saya kira ini seleksi terbuka terakhir. Selanjutnya menggunakan manajemen talenta,” katanya.
Sebagai Sekda yang baru, Azis Hasan mendapat delapan penugasan tambahan di luar tugas rutinnya. Penugasan tersebut mencakup peningkatan PAD, pembenahan pengelolaan aset daerah, serta pencapaian berbagai indikator kinerja yang menjadi tolok ukur evaluasi pemerintah pusat.
“Yang pasti sekarang kita sedang mengawal bagaimana meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Yang kedua, manajemen aset yang terus masih belum terlalu sempurna. Lalu ada juga beberapa performance indicator yang menjadi perhatian pemerintah pusat. Itu saya minta supaya diperhatikan juga oleh Sekretaris Daerah terpilih,” ucap Khairul.
Seluruh program tersebut, lanjut dia, harus dikawal melalui koordinasi yang lebih intensif dengan seluruh perangkat daerah agar pelaksanaannya berjalan sesuai target.
“Sebenarnya mengawal, mengoordinasikan dengan OPD-OPD terkait. Secara detailnya nanti bisa langsung ke Sekda karena seluruh arahannya sudah saya sampaikan,” katanya.
Di samping itu, Azis juga diminta memimpin pembenahan manajemen aparatur sipil negara (ASN). Pemerintah Kota Tarakan saat ini sedang menyusun sistem penilaian kinerja pegawai sekaligus menata kembali struktur organisasi perangkat daerah atau reorganisasi SOTK.
Khairul menilai pengawalan terhadap sistem penilaian kinerja selama ini masih dilakukan secara parsial. Kehadiran Sekda definitif diharapkan mampu mempercepat penyelesaiannya sehingga seluruh proses dapat dirampungkan pada tahun ini.
“Selama ini kan hanya parsial oleh BKPSDM termasuk dari saya. Saya harap Sekda terus mengawal setiap hari supaya ini bisa selesai di tahun ini. Bersamaan dengan itu kita juga sedang melakukan reorganisasi. Waktu kita tinggal sekitar lima bulan sehingga seluruh proses itu harus selesai tahun ini,” tegasnya.
Reorganisasi tersebut juga akan menjadi dasar penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027. Perubahan struktur organisasi akan memengaruhi kebutuhan anggaran, termasuk kajian remunerasi ASN yang saat ini masih difinalisasi.
“Penyusunan APBD sangat tergantung dari hasil reorganisasi. Kalau ini terlambat, penyusunan APBD 2027 juga ikut terhambat karena menyangkut reorganisasi, termasuk perhitungan remunerasi yang sedang kita kaji. Di tengah APBD yang turun, kita juga minta dilakukan upaya-upaya meningkatkan PAD. Sebenarnya skemanya sudah ada, tinggal dikawal oleh Sekda,” jelasnya.
Khairul menambahkan, jabatan yang ditinggalkan Azis Hasan, termasuk sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama yang saat ini masih kosong karena pejabatnya memasuki masa pensiun, akan diisi melalui mekanisme manajemen talenta.
Skema tersebut menggantikan seleksi terbuka dalam pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota Tarakan.
“Nanti menggunakan manajemen talenta. Dari hasil pemetaan talenta akan diajukan tiga nama, kemudian dilakukan assessment tanpa lagi melalui pengumuman seleksi terbuka seperti sebelumnya,” pungkasnya. (saf)







