TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Realisasi investasi di Kabupaten Bulungan pada awal 2026 mencapai sekitar Rp10 triliun dalam tiga bulan pertama tahun ini, atau lebih dari 70 persen dari target tahunan yang ditetapkan pemerintah daerah.
Capaian tersebut berasal dari masuknya Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) di berbagai sektor. Nilai investasi yang cukup besar di awal tahun ini menunjukkan aktivitas ekonomi yang bergerak cepat, seiring sejumlah proyek skala besar yang mulai berjalan di wilayah tersebut.
Bupati Bulungan, Syarwani, mengatakan target investasi daerah tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp14 triliun, sementara target dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara mencapai Rp16 triliun.
“Per triwulan pertama 2026, realisasi investasi sudah berada di kisaran Rp10 triliun. Ini berasal dari PMDN dan PMA yang masuk ke Bulungan,” kata Syarwani.
Ia menyebut, meningkatnya arus investasi menunjukkan Bulungan masih menjadi wilayah yang dilirik investor, terutama dengan berkembangnya kawasan industri dan sektor pendukung lainnya.
Namun ia menegaskan, besarnya nilai investasi tidak hanya diukur dari angka yang masuk, tetapi juga dari keterkaitannya dengan ekonomi masyarakat di daerah.
“Yang kami lihat bukan hanya besaran investasinya, tetapi bagaimana aktivitas investasi itu bisa tersambung dengan ekonomi masyarakat, termasuk kesempatan kerja dan keterlibatan pelaku usaha lokal,” ujarnya.
Syarwani menambahkan, pemerintah daerah saat ini terus mempercepat pembenahan layanan perizinan agar tidak menjadi hambatan bagi masuknya investasi.
“Pelayanan perizinan terus kami dorong agar lebih sederhana dan memberikan kepastian. Investor harus mendapat kejelasan agar proses investasi berjalan lancar,” katanya.
Ia juga menilai investasi harus memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya tercatat sebagai angka statistik, tetapi benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Investasi itu harus terlihat dampaknya di lapangan, bukan hanya angka triliunan. Yang penting adalah terbukanya lapangan kerja dan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Dengan capaian awal yang sudah tinggi, pemerintah daerah optimistis target investasi tahun 2026 dapat tercapai, meski tetap bergantung pada konsistensi arus masuk modal dan efektivitas layanan perizinan.
“Harapan kami investasi yang masuk dapat terus berjalan dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan kesejahteraan dan kesempatan kerja,” pungkasnya. (rn)










