TARAKAN, Headlinews.id – Berkembangnya komunitas kreatif di Kota Tarakan belum sepenuhnya diikuti dengan tersedianya ruang ekspresi yang memadai. Kondisi itu dirasakan para pegiat cosplay yang menilai masih terbatasnya kesempatan tampil menjadi salah satu tantangan dalam memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.
Persoalan tersebut disampaikan anggota Komunitas Creahigh Tarakan dalam dialog bersama Anggota DPD RI daerah pemilihan Kalimantan Utara, Herman, pada kegiatan Sosialisasi Penguatan Wewenang MPR RI yang berlangsung di Gedung Sri Tower, Rabu (17/6/2026).
Perwakilan Creahigh, Cosva, mengatakan cosplay masih kerap dipandang sebagai aktivitas yang asing oleh sebagian masyarakat. Padahal, di balik kostum karakter yang ditampilkan, terdapat proses kreatif mulai dari desain, pembuatan properti, tata rias, hingga seni pertunjukan.
“Yang kami butuhkan sebenarnya bukan hal yang rumit. Kami hanya ingin ada ruang yang bisa digunakan untuk menunjukkan karya, supaya masyarakat bisa melihat langsung bahwa cosplay juga bagian dari kreativitas anak muda,” ujarnya.
Menurut dia, minimnya keterlibatan komunitas cosplay dalam berbagai kegiatan publik membuat masyarakat belum banyak mengenal aktivitas tersebut. Akibatnya, tidak sedikit anggota komunitas yang masih menerima komentar negatif saat tampil di ruang terbuka.
“Kadang orang hanya melihat kostumnya lalu langsung memberi penilaian. Padahal ada proses, kreativitas, dan usaha yang cukup panjang di balik penampilan itu,” katanya.
Selain menjadi sarana berekspresi, kehadiran panggung resmi dinilai penting untuk membuka ruang interaksi antara komunitas dan masyarakat. Dengan cara itu, stigma yang selama ini muncul dapat berkurang karena masyarakat memiliki kesempatan memahami cosplay secara lebih dekat.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPD RI asal Kalimantan Utara, Herman, menilai fenomena yang dialami komunitas cosplay merupakan bagian dari proses penerimaan terhadap budaya baru yang berkembang di daerah.
“Setiap komunitas yang baru tumbuh biasanya akan menghadapi tantangan yang sama, yaitu bagaimana memperkenalkan dirinya kepada masyarakat yang belum familiar,” ujarnya.
Ia menilai keberadaan komunitas seperti Creahigh justru menunjukkan semakin beragamnya aktivitas kreatif anak muda di Kalimantan Utara. Menurutnya, perkembangan tersebut perlu mendapat ruang selama dilakukan secara positif.
“Saya melihat ini sebagai energi kreatif yang patut diapresiasi. Anak-anak muda memiliki cara masing-masing untuk berkarya dan mengekspresikan diri, dan itu perlu dihargai,” kata Herman.
Herman berharap komunitas cosplay di Tarakan tetap konsisten mengembangkan kegiatan yang bersifat kreatif dan edukatif agar semakin dikenal masyarakat luas.
“Teruslah berkarya dan tunjukkan hal-hal positif dari komunitas ini. Ketika masyarakat melihat manfaat dan kreativitas yang dihasilkan, penerimaan itu akan tumbuh dengan sendirinya,” pungkasnya. (saf)










