TARAKAN, Headlinews.id – Penggunaan Alat Permainan Edukatif (APE) di satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Tarakan diarahkan agar lebih memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Guru didorong mengembangkan media pembelajaran yang sesuai dengan karakter wilayah dan kebutuhan perkembangan anak.
Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kota Tarakan, Endah Sarastiningsih, mengatakan APE memiliki sifat fleksibel sehingga penggunaannya dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan maupun tahapan perkembangan anak.
Menurutnya, Kota Tarakan sebagai daerah kepulauan memiliki potensi bahan sekitar yang dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari media pembelajaran di PAUD.
“APE itu memang fleksibel, dan sekarang APE ini malah diarahkan kepada bahan-bahan yang ada di sekitar kita. Artinya Tarakan ini kota kepulauan, di situ alat-alat dan bahan itu disesuaikan dengan yang ada,” ujarnya.
Endah menjelaskan, guru PAUD saat ini didorong untuk lebih kreatif dalam mengembangkan alat permainan. APE tidak hanya berasal dari alat yang sudah tersedia, tetapi juga dapat dibuat sendiri menggunakan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
“Justru sekarang guru itu dilatih supaya bisa menggunakan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar, walaupun ada juga yang memang bahan jadi, APE jadi,” katanya.
Ia menyebut, APE yang sudah tersedia tetap dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran, baik yang digunakan di dalam ruangan maupun luar ruangan. Penggunaannya disesuaikan dengan fungsi dan kebutuhan kegiatan belajar anak.
“APE jadi itu bisa yang di dalam ruangan, bisa yang di luar ruangan,” jelasnya.
Endah menerangkan, APE luar ruangan lebih banyak digunakan untuk melatih kemampuan fisik anak, terutama perkembangan motorik kasar. Beberapa contoh alat permainan yang digunakan seperti alat panjat dan jungkat-jungkit.
“Kalau yang di luar ruangan seperti alat untuk manjat, alat untuk jungkat-jungkit, alat untuk anak-anak ini melatih keterampilan, baik itu motorik kasar utamanya,” tuturnya.
Sementara itu, APE dalam ruangan dapat dikembangkan oleh guru dengan menyesuaikan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Media tersebut dirancang agar mendukung proses pembelajaran sekaligus memberikan pengalaman bermain yang sesuai bagi anak usia dini.
“Kalau yang APE di dalam ruangan, ini memang ada yang harapannya adalah APE yang memang didesain oleh gurunya sendiri berdasarkan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar,” pungkasnya. (saf)










