TANA TIDUNG, Headlinews.id – Infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten Tana Tidung di usia ke-19. Sejumlah ruas yang mengalami kerusakan ditargetkan dituntaskan sebelum masa jabatan Bupati Ibrahim Ali dan Wakil Bupati Sabri berakhir.
Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali mengatakan pembangunan jalan tetap menjadi prioritas meski pemerintah daerah harus menyesuaikan program akibat efisiensi anggaran.
“PR kami adalah merealisasikan infrastruktur jalan, yang insya Allah kita berbenah. Memang banyak kerusakan-kerusakan jalan yang belum kita selesaikan, tapi insya Allah saya berkomitmen dengan Bapak Wakil Bupati dan jajaran saya, kita akan menyelesaikan sebelum berakhir masa periode saya,” kata Ibrahim, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, Jalan Seputuk, Jalan Bebatu dan Jalan Sesayap menjadi sejumlah ruas yang masih dikeluhkan masyarakat. Efisiensi anggaran membuat pengerjaan beberapa program harus disesuaikan.
“Jalan-jalan yang menjadi keluhan seperti di Jalan Seputuk, kemudian Jalan Bebatu, kemudian Jalan Sesayap, yang hari ini memang karena dikenakan efisiensi anggaran, sehingga kita banyak harus mengurangi program-program yang harusnya menjadi program yang akan kita laksanakan,” ujarnya.
Untuk mengejar penyelesaian, pemerintah daerah menyiapkan skema multiyears dalam tiga tahun ke depan. Ibrahim menegaskan pembangunan jalan prioritas tetap diarahkan selesai sebelum masa kepemimpinannya bersama Sabri berakhir.
“Dengan skema multiyears, itu akan kita tuntaskan infrastruktur jalan yang menjadi prioritas kita. Doakan mudah-mudahan tidak ada halangan, mudah-mudahan bisa dikabulkan hajat kami dan direalisasikan,” katanya.
Ia bahkan memastikan target tersebut tidak akan dilepas hingga masa jabatan berakhir.
“Insya Allah sebelum berakhir masa jabatan Ibrahim Ali dan Sabri, insya Allah jalan Kabupaten Tana Tidung akan hitam teraspal,” tegasnya.
Di sektor pelayanan, Ibrahim mengatakan pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan pelayanan publik agar lebih efektif, efisien dan cepat. Pelayanan kesehatan menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian.
Ibrahim mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap daerah 3T, termasuk Kabupaten Tana Tidung. Ia menyebut rumah sakit di KTT mendapat program peningkatan dari tipe D menjadi tipe C.
“Kita berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo atas perhatian beliau di daerah 3T, khususnya Provinsi Kalimantan Utara, Kabupaten Tana Tidung. Kita dapat program pembangunan, meningkat lagi dari tipe D menjadi tipe C yang ditempatkan di Kabupaten Tana Tidung,” ujarnya.
Selain pelayanan dasar, pemerintah daerah juga mencatat perkembangan penataan aset pusat pemerintahan. Ibrahim mengatakan lahan yang sebelumnya merupakan konsesi hutan produksi telah dialihfungsikan menjadi area penggunaan lain.
Kantor Bupati dan DPRD kini telah berdiri di kawasan tersebut. Pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan perguruan tinggi di kawasan pusat pemerintahan.
“Dari perjuangan panjang kita memperjuangkan pusat pemerintahan dari area lahan yang merupakan konsesi hutan produksi dan dialihfungsikan menjadi area penggunaan lainnya. Kita bangun pusat pemerintahan di sana, ada kantor Bupati, ada kantor DPRD, dan insya Allah perguruan tinggi juga di sana akan berdiri ke depannya,” katanya.
Penataan aset tersebut akan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat tanah seluas 4,2 hektare yang menjadi aset Pemerintah Kabupaten Tana Tidung. Sertifikat dijadwalkan diserahkan Kantor ATR/BPN Bulungan bertepatan dengan HUT ke-81 RI.
“Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Negara Republik Indonesia yang ke-81, insya Allah Kantor ATR/BPN Bulungan akan menyerahkan sertifikat tanah seluas 4,2 hektare yang menjadi aset Pemerintah Daerah Kabupaten Tana Tidung,” ujarnya.
Ibrahim menyebut capaian tersebut sebagai bagian dari hasil perjuangan pemerintah daerah. Perbedaan yang pernah muncul dalam perjalanan pembangunan, menurutnya, harus dijadikan dorongan untuk menyatukan persepsi.
“Pemerintah daerah telah membuktikan bahwa apa yang kita janjikan itu semua telah terealisasi. Walaupun dulu ada hiruk-pikuk, ada perdebatan, ada perbedaan, tapi itu kita jadikan sebagai cambuk untuk menyatukan persepsi, untuk menyatukan Kabupaten Tana Tidung,” tuturnya.
Memasuki usia ke-19, Ibrahim mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan kekompakan. Ia menegaskan pembangunan KTT tidak dapat hanya dibebankan kepada kepala daerah dan DPRD.
“Jangan hanya dibangun seorang Ibrahim Ali, hanya dengan Sabri atau anggota DPRD. Kabupaten Tana Tidung akan bisa maju ketika seluruh elemen masyarakatnya bersatu, bahu-membahu dan solid untuk saling mendukung membangun Kabupaten Tana Tidung yang kita cintai,” katanya.
Terkait target pembangunan yang belum terwujud, Ibrahim menegaskan pemerintah tidak bekerja berdasarkan angan-angan. Seluruh program harus terukur dan mengacu pada RPJMD 2025-2029.
“Pemerintah tidak boleh punya angan-angan. Pekerjaan pemerintah harus terukur, sesuai dengan RPJMD yang dibuat 2025 sampai dengan 2029. Itu yang menjadi acuan. Dan hari ini, alhamdulillah, on the track berjalan sesuai dengan RPJMD yang kita rancang selama lima tahun,” pungkasnya. (**/hr)









