BULUNGAN, Headlinews.id – Distribusi pupuk subsidi di Desa Silva Rahayu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, kembali dikeluhkan petani. Penyaluran yang dinilai tidak sesuai RDKK hingga keterlambatan distribusi menjadi persoalan yang dibahas dalam koordinasi di Kantor Desa Silva Rahayu, Senin (10/8/2026).
Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto melalui Kasi Humas Polresta Bulungan mengatakan, pembahasan tersebut melibatkan pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Tanjung Palas Tengah, penyuluh pertanian, kelompok tani dan tokoh masyarakat.
“Petani menyampaikan beberapa kendala terkait penyaluran pupuk subsidi. Pembahasan dilakukan bersama pihak terkait agar persoalan yang muncul di lapangan dapat diketahui dan dikoordinasikan sesuai kewenangan masing-masing,” ujarnya.
Keluhan utama berkaitan dengan penyaluran pupuk yang dinilai belum sesuai kebutuhan petani. Jumlah pupuk yang diterima disebut tidak selalu mengacu pada kebutuhan yang tercantum dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu kebutuhan petani, terutama ketika pupuk tidak tersedia pada waktu yang bertepatan dengan musim tanam. Petani juga menyampaikan distribusi pupuk masih kerap mengalami keterlambatan.
“RDKK menjadi salah satu acuan dalam melihat kebutuhan pupuk kelompok tani. Karena itu, petani berharap penyaluran di lapangan dapat mengikuti data kebutuhan yang telah ditetapkan,” katanya.
Petani juga meminta distribusi pupuk subsidi tetap mengikuti regulasi pemerintah. Mereka berharap persoalan keterlambatan dapat diperbaiki sehingga pupuk tersedia ketika dibutuhkan untuk mendukung kegiatan pertanian.
Bhabinkamtibmas Desa Silva Rahayu Brigpol Hairul Amirullah hadir untuk memantau situasi di wilayah binaannya. Kehadiran kepolisian sekaligus memastikan koordinasi yang melibatkan sejumlah pihak berlangsung aman dan tertib.
“Bhabinkamtibmas tidak hanya memantau kegiatan, tetapi juga mengikuti perkembangan persoalan yang disampaikan masyarakat. Setiap informasi yang berkaitan dengan kondisi di wilayah akan kami koordinasikan dengan pihak terkait,” ujarnya.
Koordinasi tersebut turut dihadiri Kepala Desa Silva Rahayu, Ketua BPD, Wakil Kepala BPP Tanjung Palas Tengah, penyuluh pertanian, ketua kelompok tani dan tokoh masyarakat.
Persoalan teknis terkait jumlah, waktu dan mekanisme penyaluran pupuk selanjutnya menjadi bahan koordinasi pihak pertanian, pemerintah desa dan kelompok tani sesuai kewenangan masing-masing.
“Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan. Jika ada persoalan terkait penyaluran pupuk, masyarakat dapat menyampaikannya melalui jalur koordinasi yang ada agar bisa ditindaklanjuti bersama sesuai ketentuan,” tutupnya. (rn)










